11 Waduk di Jateng Kering
Selasa, 04 Sep 2007 16:36 WIB
Semarang - Kalau di Balikpapan Kalimantan Timur terjadi kebanjiran, di Jawa Tengah sebaliknya. Dari 38 waduk di Jawa Tengah, 11 di antaranya kering kerontang.Berdasar data Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng hingga akhir Agustus2007, waduk yang airnya masih normal berjumlah 16 buah. Sementara, 11 wadukdinyatakan kering, 10 waduk berada pada kondisi di bawah normal dan satu waduk lainnya dalam perbaikan."Waduk yang kondisinya di bawah normal apalagi yang kering sebagian besarmerupakan waduk kecil. Sedangkan waduk berkapasitas besar relatif aman," kata Kepala PSDA, Inu Kertopati usai berdialog dengan DPRD Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (4/9/2007).Inu merinci, sejumlah waduk yang kondisinya di bawah normal di antaranya RawaPening, Gembong, Gunung Rowo, Song Putri dan Lalung. Sedangkan waduk yang kosong antara lain Tempuran, Greneng, Kedung Wurung, Parang Joho dan Penawangan.Selain kondisi waduk, kondisi bendung kontrolvoir (bendung yang ada di sungai) juga turut berpengaruh pada kondisi pengairan. Dari pantauan hingga akhir Agustus lalu, ada 12 kontrolvoir yang rawan kekeringan di antaranya di wilayah Sungai Pemali Comal, yakni meliputi daerah Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan dan Batang."Sementara untuk wilayah Sungai Bengawan Solo terdapat 10 bendung kontrolvoir yang rawan yakni di daerah Sukoharjo, Sragen dan Boyolali,"jelasnya.Untuk mengatasi keringnya waduk dan kontrolvoir, Inu mengaku telah membuat hujan buatan. Upaya ini belum bisa terlaksana, karena harus memintaizin dari pemerintah pusat. Selain hujan buatan, hal lain yang dilakukan adalah sosialisasi hemat air.Inu mengkhwatirkan jika keringnya waduk dan kontrolvoir tidak segera ditangani, maka hal itu akan mempengaruhi kondisi pengairan lahan pertanian di Jateng. Akibatnya, panen pada musim kering tahun ini dimungkinkan kurangoptimal.
(try/djo)











































