Iklan Jihad Lawan Koruptor BLBI Indikasikan Ada Tebang Pilih
Selasa, 04 Sep 2007 16:33 WIB
Jakarta - Kasus BLBI kembali menjadi sorotan publik. Terlebih setelah adanya iklan di sejumlah media massa yang menganjurkan untuk jihad melawan koruptor BLBI dan mengarah pada tokoh tertentu. Ini mengindikasikan adanya tebang pilih dalam penyelesaian kasus tersebut."Saat ini ada indikasi penyelesaian kasus BLBI menyerang Anthony Salim. Ada yang mencoba mengambil keuntungan di air keruh. Ini adalah tebang pilih," ujar mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier di sela-sela diskusi bertajuk 'Ada apa di balik kasus BLBI' di Gedung Joeang, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Selasa (4/9/2007).Iklan tersebut, menurut Fuad, hanyalah sebuah upaya provokatif yang cuma menguntungkan pihak-pihak tertentu saja. "Jangan sampai kita menari di atas genderang orang lain. Itu tidak benar," kata Fuad.Upaya penyelesaian kasus BLBI, menurut Fuad, harusnya mengusut tuntas para pejabat BI yang dulu mengeluarkan BLBI tersebut."Para pejabat BI itu yang makan uangnya. Itu yang harus diusut. Sampai saat ini kan nggak ada yang mengobok-obok," cetus pria keturunan Arab ini.Fuad juga menyalahkan mantan Menteri BUMN era Megawati, Laksamana Sukardi, yang menjual aset-aset pelunasan BLBI dengan harga yang sangat murah."Laks juga harus diusut. Dia mengatakan itu aset-aset bodong. Padahal aset-aset itu sangat berharga. Kita dulu sempat berjuang agar aset itu jangan jatuh ke orang lain," tandasnya.
(anw/sss)











































