Hindari Persaingan, Presiden - Wapres Jangan Dipilih 1 Paket
Selasa, 04 Sep 2007 16:09 WIB
Jakarta -
'Persaingan' presiden dengan wapres dinilai sudah memprihatinkan. Untuk menghindari masalah ini diusulkan agar presiden, gubernur maupun bupati tidak dipilih satu paket dengan wakilnya.Usul itu menyeruak dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Badan Legislasi dengan pengamat politik dari UGM Ichlasul Amal dan Indra J Pilliang dari CSIS di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2007)."Yang memilih pasangan calon itu hanya Amerika. Di Korea, Prancis, itu hanya presidennya saja yang dipilih. Jadi tidak terjadi konflik kepentingan antara presiden dan wapres," kata Ichlasul kepada wartawan usai RDP.Menurutnya, untuk memilih presiden saja memang diperlukan amandemen UUD. Tetapi untuk pemilihan gubernur, bupati dan walikota cukup UU saja. Karena itu, wacana itu sangat positif jika dikembangkan."Selama ini banyak sekali terjadi antara presiden dan wapres, gubernur dan wakilnya atau bupati dan wakilnya berseberangan gara-gara berbeda parpol. Apalagi menjelang pemilihan selanjutnya," kata dia.Pernyataan Amal didukung Indra J Pilliang. Selain perlu memikirkan syarat calon perorangan perlu juga dipikirkan mengenai kemungkinan pemilihan kepada daerah tanpa pasangan.Karena fakta di lapangan sering terjadi disharmoni antarkepala daerah dan wakilnya karena kepentingan masing-masing, jika pasangan berasal dari partai yang berbeda."Jadi sudah saatnya dipikirkan memilih gubernur atau bupatinya saja, biar yang milik wakilnya gubernur terpilih. Ini penting untuk menghindari persaingan di tengah perjalanan," kata Indra.Wakil Badan Legislasi Ferry Mursyidan Baldan menyambut baik usulan itu. Namun untuk mewujudkannya, kata dia, memerlukan pertimbangan panjang, karena konsep yang selama ini dianut sebetulnya untuk mempersiapkan jika presiden, gubernur, atau bupati berhalangan, sehingga wakilnya tinggal menggantikan."Ya nanti kalau sistem pemilihannya tunggal dan terjadi halangan tetap siapa yang mewakilkn kalau tidak ada wakilnya. Apa pemilihan ulang? Itu perlu dipikirkan lebih panjang," katanya.
(umi/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































