Jangan Sentuh Nuklir untuk Pembangkit Listrik!
Selasa, 04 Sep 2007 13:43 WIB
Jakarta - Rencana pembangunan PLTN Muria terus menimbulkan pro dan kontra. Pemerintah diminta berpikir ulang. Sebab meski bisa dimanfaatkan sebagai energi listrik, dampak kebocoran nuklir terhadap lingkungan sulit diatasi. "Kita tidak bisa melupakan bahwa seaman apa pun ketika di Rusia dulu bocor, akibatnya tidak bisa teratasi," ujar Bintang Nugroho dari Perkumpulan Pemerhati dan Peduli Lingkungan Hidup.Bintang menyampaikan hal itu di sela launching Cool Energy Exhibition Care for the Change yang akan digelar 8-14 Desember di Hotel Shangri-La, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (4/9/2007).Acara tersebut digelar berbarengan dengan konferensi internasional tentang perubahan iklim (3-14 Desember) di Nusa Dua, Bali.Selain dampak lingkungan, Bintang mengatakan, PLTN Muria juga akan menimbulkan dampak sosial yang nilainya tidak bisa dihitung, yakni ketegangan yang terjadi pada masyarakat di sekitar PLTN itu. Ketenangan mereka akan terusik."Dengan kata lain, nuklir please saya mohon tidak usah kita sentuh dulu. Mari kita kembangkan energi terbarukan," ujar dia.Indonesia, lanjutnya, mempunyai banyak sumber energi alternatif selain nuklir untuk pembangkit listrik. Namun hal itu sama sekali belum dimanfaatkan.Pertama, yang paling murah adalah energi matahari. Indonesia merupakan negara tropis. "Artinya, alam sudah mengajari kita untuk menggunakan energi matahari," kata dia.Yang kedua, angin. Diakui Bintang, angin yang berhembus di wilayah Indonesia memang tidak sekencang di belahan bumi bagian utara. Namun angin itu cukup bisa menghasilkan hibrid yang bisa digunakan untuk pembangkit listrik."Yang ketiga ombak. Ini sedang dalam penelitian yang sangat serius. Kita punya garis pantai yang paling panjang di dunia. Saya kira kita punya kesempatan yang cukup," ujar dia.
(umi/nrl)











































