Pemerintah Siapkan RUU PDIP
Selasa, 04 Sep 2007 13:18 WIB
Jakarta - Banyaknya data pribadi yang disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan dianggap semakin meresahkan.Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Depkominfo sedang menyiapkan RUU Perlindungan Data dan Informasi Pribadi (RUU PDIP).Hal ini terungkap dalam lokakarya RUU PDIP yang digelar Kementerian PAN di kantor Kementerian PAN, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa, (4/9/2007)."Hari ini kita menyaksikan sebuah momentum membangun tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam koridor konstitusi. Karena yang kita bahas ini adalah suatu kajian bagaimana rakyat Indonesia seharusnya membangun kepercayaan satu sama lain dalam setiap aktivitas," kata Menpan Taufiq Effendi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Kementerian PAN Tasdiq Kinanto.Menurut Taufiq, saat ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa ternyata terdapat berbagai data dan informasi milik orang perseorangan yang wajib dilindungi melalui perangkat hukum. "Dalam forum APEC 2004 telah disepakati bahwa salah satu unsur untuk menunjang peningkatan penanaman modal adalah tersedianya data protection act" imbuhnya.Taufiq menyebutkan, penyalahgunaan data pribadi yang seringkali terjadi adalah data pribadi yang diserahkan nasabah kepada pihak bank."Ternyata dengan mudah data-data itu diakses pihak lain karena perusahaan tidak melindungi dengan baik data tersebut. Hal seperti inilah yang akan dapat kita kurangi melalui UU ini," tegas Taufiq.Sementara, dalam pemaparannya, perwakilan dari YLKI Sudaryatmo mengungkapkan, penyalahgunaan data dan informasi pribadi yang terjadi selain bank adalah dalam kasus undian berhadiah hipermarket Carrefour."Data pribadi milik konsumen jatuh ke tangan ketiga karena pihak yang menggelar undian tidak memusnahkan data-data itu setelah program undian berakhir," tuturnya.Selain itu, lanjut dia, data pribadi seperti medical record seorang pasien rumah sakit seringkali tidak dilindungi."Akibatnya banyak pasien-pasien yang merasa dirugikan," ujarnya.
(bal/nrl)











































