Transaksi Ganja dengan Polisi, Iskandar Pincang Didor
Selasa, 04 Sep 2007 12:45 WIB
Jakarta - Setahun mengedarkan ganja, Iskandar kena batunya juga. Dia nekat menjual barang haram itu pada polisi. Hasilnya, pemuda 28 tahun itu terpincang-pincang kena timah panas.Ganja bukan barang asing bagi Iskandar. Dengan menjual ganja, dia bisa mengeruk keuntungan Rp 800 ribu dalam sehari. Wajarlah jika pemuda berkulit gelap itu menikmati pekerjaannya.Namun tidak selamanya Iskandar bisa merasakan hidup enak dengan menjual ganja. Senin (4/9/2007) siang ini, dia terduduk lesu di ruang pemeriksaan Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya. Di depannya dua polisi sibuk menanyainya. Sebuah tas bertuliskan Billabong warna biru berisi 12 kg ganja juga tergeletak di dekatnya.Ya, Iskandar harus mengakhiri kesibukannya sebagai penjual ganja pada pukul 04.00 WIB tadi pagi. Semua berawal dari laporan warga yang gregetan pada Iskandar yang terang-terangan bertransaksi ganja. Warga pun melaporkan pada polisi setempat.Seminggu Polres Jaksel mengintai kegiatan Iskandar. Polisi kemudian menyamar sebagai pembeli ganja sebanyak 7 boks yang masing-masing berisi 1 kg. Disepakati, harga per boksnya Rp 1,7 juta. Transaksi disepakati dilakukan pada Senin pukul 04.00 WIB di Jl Al Pita, Kampung Sawah Baru, Ciputat.Tiba waktunya, serah terima dilakukan. Namun saat itu pula Iskandar langsung dibekuk. Namun dia melawan dan berusaha melarikan diri. Dor.. Dor.. Door... Polisi mengarahkan pistolnya tiga kali ke udara sebagai tembakan peringatan. Namun tidak diindahkan oleh Iskandar.Door! Kaki kiri Iskandar tertembus timah panas pistol polisi. Dia jatuh tersungkur dengan darah mengucur. Polisi langsung membekuk dan membawanya ke RS Polri Kramat Jati untuk mengambil peluru di kaki Iskandar."Dari tersangka, selain 7 boks yang dibawa, kami juga menemukan 5 boks di rumahnya. Masing-masing seharga Rp 1,7 juta. Total seluruhnya Rp 20,4 juta," terang Kasat Narkoba Jaksel Kompol Sutrisno di Mapolres Jaksel.Menurut pengakuan Iskandar, barang-barang itu didapatkan dari Aceh melalui jalur darat menggunakan bus PMTOH. Dia hanya melayani pembelian di atas 3 boks. Dalam satu minggu bisa menjual lebih 15 boks."Seharinya menjual 2 boks dengan keuntungan 400 ribu per boks," kata Iskandar lemah di hadapan penyidik."Menjelang puasa kami banyak menerima aduan dari warga terkait narkoba dan miras. Kami akan membersihkan Jakarta Selatan dari narkoba puasa ini," janji Kompol Sutrisno.
(ana/nrl)











































