Pendemo Anti SBY Ditemui Andi Mallarangeng
Selasa, 04 Sep 2007 10:52 WIB
Surabaya - Aksi para mahasiswa menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih terus berlangsung. Sekitar 9 perwakilan dari pendemo yang mengatasnamakan Gema Pembebasan ditemui Andi Mallarangeng, juru bicara kepresidenan di salah satu rumah yang tidak jauh dari Kampus C Unair.Rumah itu milik Ir Lanyala Mataliti di Wisma Permai Barat I Blok LL 39. Lanyala dikenal sebagai ketua Partai Patriot Jawa Timur.Meski belum diketahui materi dan isi pembicaraan, namun pendemo dan massa terus berdatangan. Kini massa gabungan dari Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), GMNI, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan massa lainnya yang mengatasnamakan Ampera di kawasan Kertajaya Indah Timur.Dalam aksinya, mereka menuntut kepada pemerintahan SBY untuk segera menasionalisasikan aset-aset negara dan meminta anggaran 20 persen pendidikan bagi rakyat."Selain itu pemerintah SBY-JK harus bertanggung jawab dan membebaskan rakyat dari kemiskinan dan memberikan kemakmuran yang adil dan merata," kata Anita, koordinator aksi Ampera, Selasa (4/9/2007).Puluhan pendemo lainnya juga turut menyusul dan memadati kawasan Kertajaya Indah Timur. Mereka dari BEM ITS dan Kammi. Mereka menuntut segera diberikan pendidikan murah dan gratis.Puluhan mahasiswa itu long march dari kampus ITS menuju lokasi dengan tanpa pengawalan ketat dari kepolisian.Pendemo dari Kammi juga long march menuju lokasi demo, dengan memakai topeng bergambar SBY dengan mulut diplester. Sementara lokasi demo masih dijaga ketat pihak kepolisian.
(fat/mar)











































