Ketika Sepeda Motor Mengancam Kehidupan Angkot

Ketika Sepeda Motor Mengancam Kehidupan Angkot

- detikNews
Selasa, 04 Sep 2007 06:34 WIB
Jakarta - Kehidupan angkutan kota (angkot) dibayang-bayangi maraknya sepeda motor. Pasar angkot cepat atau lambat bakal mati ditelan sepeda motor."Kini masyarakat karena didesak kebutuhan pelayanan perjalanan dan waktu, memutuskan memiliki atau kredit motor," cetus pengamat transportasi publik Harun al Rasyid Lubis dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Senin (3/9/2007).Bahkan ironisnya, lanjut Harun, anak-anak SMP yang berusia di bawah 16 tahun sudah bisa leluasa mengendarai sepeda motor. Sebab mereka telah mengantongi SIM, yang tentunya didapat secara ilegal mengingat umur mereka yang belum memenuhi ketentuan."Ini sangat membahayakan bagi operasi sistem transportasi dan generasi muda kita. Apalagi sebagian orangtua memberikan hadiah sepeda motor bila naik kelas SMP sudah mulai terbiasa," beber Harun.Ditambahkan dia, 70 persen kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan orang yang berusia di bawah 16 tahun. "Polisi perlu lebih serius menegakkan UU dan peraturan agar tidak terjadi pengeluaran SIM ilegal," lanjut staf pengajar dari ITB ini.Di sisi lain, lanjutnya, angkutan umum yang memadai harus diupayakan kehadirannya, meskipun kegiatan ini tidaklah gampang. Menurutnya, sudah saatnya memastikan adanya pajak khusus atau retribusi bagi pemberdayaan angkutan umum seperti pajak yang dikutip dari retailer dan developer yang turut menikmati kehadiran angkutan umum"Bisa juga dari retribusi Rp 50 sampai dengan Rp 100 dari setiap 1 liter pembelian bensin. Dana-dana retribusi ini digunakan sebagai tambahan subsidi bagi angkutan umum, termasuk busway agar tidak menjulang tarifnya," tutur Harun. (nvt/ptr)



Berita Terkait