Pengrajin Emas Langganan Polisi Dirampok, Rp 19 Juta Raib

Pengrajin Emas Langganan Polisi Dirampok, Rp 19 Juta Raib

- detikNews
Senin, 03 Sep 2007 21:32 WIB
Jakarta - Zaenal (30) benar-benar mengalami nasib naas. Perhiasan senilai Rp 500 juta serta uang senilai Rp 19 juta raib digondol perampok.Peristiwa yang menimpa Zaenal terjadi pada 2 September 2007 pukul 22.00 WIB. Saat itu dirinya hendak mengecek toko barunya di daerah Cipete, Jakarta Selatan.Tiba-tiba kala berkendara di atas Honda Vario di Jl Nangka, dekat ITC Fatmawati, seseorang menusuk punggung kanannya dengan benda tajam.Dia pun lalu terjatuh hingga kepalanya membentur pembatas. "Saya sempat pusing," imbuh Zaenal saat diperiksa di Polres Jakarta Selatan, Jl Wijaya, Senin (2/9/2007).Ketika itu sang perampok yang diduga berjumlah 2 orang dan mengendarai motor langsung mengambil tas berisi cincin berlian, gelang, kalung senilai Rp 500 juta, serta uang cash senilai Rp 19 juta."Saya sempat berteriak tas-tas, tapi si perampok dengan tenang mengambil tas dan pergi," imbuh Zaenal.Zaenal lalu ditolong seorang wanita dan membawanya ke RS Fatmawati. Dia pun sampai menderita luka tusuk di punggungnya hingga 3 cm.Akhirnya pada Senin 3 September siang, selama 3 jam sejak pukul 10.00 WIB, Zaenal diperiksa di Mapolres Jakarta Selatan. Selain dia, polisi juga memeriksa seorang wanita sebagai saksi.Sumber di kepolisian menyebutkan bahwa Zaenal adalah pengrajin emas yang biasa menjadi langganan polisi. Dia biasa dipesan untuk menyepuh kancing dan tongkat komando."Untungnya tongkat komando yang ada di boxs motor pesanan perwira di Mabes tidak diambil," sebut sumber itu.Pengrajin emas yang diketahui memulai usaha dari nol itu sebenarnya telah diincar sejak beberapa minggu lalu. "Sebelumnya waktu dia berkendara mobil ada yang mencoba mengganggunya makanya dia naik motor," jelas sumber itu.Zaenal yang berasal dari Padang ini, saat pergi tidak ada anak buahnya yang mengantarkan. "Padahal anak buahnya ada 8 orang," imbuh sumber itu.Polisi pun menduga kalau pelakunya orang dekat korban. "Ada ke arah situ, tapi masih diselidiki," tandas sumber tersebut. (ptr/nvt)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads