Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Korupsi
Senin, 03 Sep 2007 21:02 WIB
Jakarta -
Pencegahan tindak pidana korupsi terus digalakkan. Bahkan Indonesia pada 21 hingga 24 November 2007 akan menjadi tuan rumah Konferensi Kedua Asosiasi Internasional Otoritas Anti Korupsi atau International Association of Anti Corruption Authorities (IAACA) di Nusa Dua Bali. Konferensi ini bertemakan: usaha pencegahan yang efektif dalam pemberantasan korupsi."Tema ini dimaksudkan untuk membahas praktek-praktek yang paling efektif dalam pemberantasan korupsi, terutama implementasi United Nation Convention Against Corruption (UNCAC)," kata Wakil Jaksa Agung Muchtar Arifin di Hotel Dharmawangsa, Jl Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2007).Konferensi akan dihadiri sekitar 1.000 delegasi dari 137 negara dan 12 organisasi internasional.Dalam konferensi ini, lanjut Muchtar, akan dibahas cara-cara pencegahan korupsi secara tepat mengenai strategi nasional, regional, dan lokal. "Serta pertukaran informasi tentang pengalaman sukses yang berhubungan dengan pencegahan korupsi," imbuhnya.Menurut Muchtar, saat ini banyakl pihak melihat kesulitan penanganan korupsi di Indonesia dari segi represif saja. Padahal, upaya pencegahan tak bisa dilupakan."Termasuk bagaimana membuat sistem yang baik, sehingga tidak ada peluang untuk korupsi. Ini sangat penting ke depannya," ujarnya.Muchtar menjelaskan, saat ini pemerintah sedang merumuskan sistem supaya tidak ada peluang untuk korupsi. "Cuma barangkali strategi ini supaya lebih efektif," tandasnya.
(mly/asy)










































