Putin ke Indonesia, Hubungan Rusia-Dunia Islam Dipererat

Putin ke Indonesia, Hubungan Rusia-Dunia Islam Dipererat

- detikNews
Senin, 03 Sep 2007 20:06 WIB
Jakarta - Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin akan berkunjung ke Indonesia pada 6 September 2007 mendatang. Kunjungan itu sebagai kunjungan balasan atas kunjungan presiden SBY ke Moskow beberapa waktu lalu. Pemerintah Indonesia sebaiknya dapat memanfaatkan kunjungan Putin itu sebagai pertemuan untuk mempererat hubungan Rusia dengan Dunia Islam."(Pertemuan) ini sebaiknya dimanfaatkan untuk memantapkan aliansi Rusia-Dunia Islam yang sudah terjalin," ujar Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam diskusi bertema 'Aliansi Rusia-Dunia Islam dan Prospek Perdamaian Dunia' di sekretariat Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), jalan Kemiri 24, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2007).Din mengatakan, urgensi aliansi tersebut adalah untuk menciptakan kesimbangan global (global equilibrium) di tengah dominasi Amerika Serikat. Apalagi menurut Din, meski Rusia bukan negara muslim, namun negara eks-Uni Soviet itu memiliki penduduk muslim yang mencapai 17 persen atau sekitar 20 juta jiwa dari total warganya.Meski demikian, Din menegaskan, tidak berarti aliansi yang digagas oleh Putin itu terlepas dari kepentingan Rusia terhadap dunia Islam, terutama dalam bidang ekonomi dan politik. "Tapi harus kita sadari, Rusia tidak sepi dari kepentingan ekonomi dan politik, terutama dengan adanya umat Islam sebagai jumlah terbesar kedua di sana, dan adanya problem Chechnya. Ini tentunya akan mewarnai hubungan Rusia dengan Indonesia dan Dunia Islam," tegasnya.Selain itu, Din juga menambahkan, pentingnya Indonesia memantapkan hubungan bilateral dengan Rusia. Apalagi dengan posisi Rusia saat ini sebagai salah satu negara besar di Eropa yang sedang mengalami kebangkitan ekonomi."Rusia sekarang ini adalah negara yang sedang bangkit setelah jatuhnya Uni Soviet. Negara ini masih memiliki kekuatan SDA yang kaya raya, kemajuan Iptek, dan memiliki kejayaan masa lampau bidang kebudayaan. Karena itu kunjungan ini harus benar-benar dimanfaatkan," pungkasnya.Aliansi Rusia-Dunia Islam dibentuk berdasarkan prakarsa Putin, setelah Rusia masuk menjadi anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada 2003 lalu. Aliansi ini beranggotakan 20 orang yang terdiri dari 3 orang perwakilan Rusia dan 17 orang perwakilan negara-negara muslim. Indonesia menjadi salah satu anggota aliansi tersebut yang diwakilkan oleh Din Syamsuddin. (rmd/asy)


Berita Terkait