JK: Saudagar Jadi Pemimpin Parpol Jadi Tren

JK: Saudagar Jadi Pemimpin Parpol Jadi Tren

- detikNews
Senin, 03 Sep 2007 17:56 WIB
Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung menyindir Jusuf Kalla sebagai saudagar yang menjadi pemimpin parpol. Namun bagi JK, tidak ada larangan seorang saudagar memimpin parpol."Berpolitik itu butuh dana. Itu trennya," ujar JK menjawab pertanyaan wartawan mengenai tanggapannya terhadap pernyataan Akbar.Hal itu disampaikan JK di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2007)."Saat ini menurut undang-undang, justru PNS dan tentara yang tidak boleh," ujarnya.JK mencontohkan, hampir seluruh pimpinan parpol di Indonesia, bahkan di dunia, memiliki latar belakang pengusaha."Hampir semua parpol ketuanya adalah saudagar. Seperti Golkar, Ibu Mega, PAN, dan PPP," ujarnya.Menurut JK, saat memimpin Partai Golkar, dia tidak pernah menempatkan diri sebagai saudagar. Namun sebagai seorang politisi."Akbar juga memimpin Golkar, bukan sebagai insinyur, tapi sebagai politisi," balas JK.Dia pun menegaskan keberadaaan pemimpin negara yang selalu berasal dari parpol. Pada saat berkuasa, mereka masih belum mencopot titelnya sebagai ketua umum partai."Di luar negeri, untuk jadi presiden, harus menjadi ketua umum partai dulu. Sejak dulu kan begitu," cetus Kalla.Dia mencontohkan, pemimpin Golkar yang pernah terlibat pemerintahan. Antara lain Harmoko, Akbar Tandjung, dan Sudharmono."Jadi tidak ada soal itu," tegasnya.Pada Sabtu 1 September, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung mengritik JK. Hal itu dia sampaikan di tengah uji disertasi Akbar di UGM, Yogyakarta.Dia menilai terpilihnya JK sebagai Ketua Umum Partai Golkar menunjukkan Partai Golkar dipenuhi orang yang berorientasi pada kekuasaan. Akbar juga menyinggung kepemimpinan dengan mentalitas 'saudagar' yang mengarah pada sosok JK. (fiq/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads