RI Butuh Pemimpin Berdarah Muda
Senin, 03 Sep 2007 17:48 WIB
Jakarta - Pilpres dua tahun lagi. Beberapa nama capres sudah mulai disebut-sebut. Diharapkan sosok yang berdarah muda menjadi pemimpin Tanah Air."Saya kira wajar karena keperluan Indonesia untuk mengalami pembeliaan pemimpin karena negara-negara maju usia pemimpinnya tidak tua," kata Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.Hal itu disampaikan dia di Sekretariat Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilisiation (CDCC), Jl Kemiri No 24 Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2007).Menurut Din, walaupun memang tidak ada jaminan dari sudut kesejahteraan, namun pemimpin muda bisa mengeluarkan ide-ide segar. Tapi, lanjut Din, perlu semangat untuk membuat terobosan-terobosan dan keberanian bersikap. Namun yang belia tidak terlalu banyak perhitungan."Jadi tidak harus usia secara biologis. Saya tidak mau patokan biologis. Yang muda tidak terlalu banyak perhitungan, tapi bukan berarti serampangan," katanya.Namun, ditambahkan Din, wajah-wajah lama yang dicalonkan sebagai presiden tidak harus mundur dalam Pilpres 2009. Jika memang didukung rakyat dan parpol, maka calon itu berhak mengajukan diri sebagai capres."Itu kan hal politik demokratik. Tapi itu (pembelian pemimpin) memang idealnya," tandasnya.
(ziz/sss)











































