Dicalonkan Presiden 2009, Din Minta Persetujuan Muhammadiyah
Senin, 03 Sep 2007 17:08 WIB
Jakarta - Pemilu 2009 tinggal 2 tahun lagi. Nama Din Syamsuddin sudah mulai disebut-sebut menjadi capres dalam Pemilu 2009 mendatang. Dengan rasa hormat dan tersanjung, Din pun menanggapi kabar itu dengan tidak langsung menerimanya secara mutlak. Tapi Din akan meminta persetujuan Muhammadiyah mengenai hal itu."Saya harus meminta izin, kalau Muhammadiyah tidak setuju, saya harus ikuti. Kalau Muhammdiyah setuju, saya harus mengukur diri mampu atau tidak," ujar Din Syamsudin di Sekretariat Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilisiation (CDCC), Jl Kemiri No 24 Menteng, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2007).Menurut Din, dirinya sedang berkonsentrasi mengemban amanah muktamar Muhammadiyah hingga 2010. Kalau Muhammadiyah tidak setuju dengan perannya di politik, maka Din akan mengikutinya.Lagipula, lanjut Din, kabar disebutkannya nama Din menjadi capres Pemilu 2009 berasal dari Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir. Din menilai, sebagai seorang pengusaha, pernyataan SB tersebut tidak bisa diterima secara mutlak, harus disikapi dengan "diskon"."Pengusaha itu antara selling dan buying. Saya bahkan berseloroh di silahturahim legislatif dan eksekutif PAN, Ketua Umum DPP PAN sebut nama saya. Tapi dalam kesempatan lain nama saya tidak disebut," kilahnya.
(ziz/nrl)











































