Warga Sekitar Ladang Minyak Chevron Idap Penyakit Kulit
Senin, 03 Sep 2007 14:58 WIB
Pekanbaru - Masyarakat di sekitar ladang minyak PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) mengalami penyakit aneh. Kulit mereka bentol-bentol, gatal dan bernanah.Sudah lebih sebulan ini, masyarakat di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis Riau, mengalami penyakit gatal-gatal. Mulai balita hingga orang dewasa terserang penyakit kulit yang menjijikan itu. Belum jelas, dari mana sumber penyakit itu. "Sudah sebulan ini warga mengalami penyakit gatal-gatal. Kita juga masih bingung mencari penyebabnya, penyakit yang kini menima warga kita Penyakit ini sudah sangat mengkhawatirkan," ujar Anggota DPRD Bengkalis H Arwan saat dihubungi detikcom, Senin (3/09/2007) di Bengkalis, Riau Arwan menjelaskan, ketika meninjau langsung ke sejumlah rumah warga, diketahui penyakit ini pertama kali diderita sejumlah murid SD. Gejala awalnya, timbul bintik merah dan gatal. Namun selanjutnya, bintik merah yang muncul di lengan, kaki dan wajah itu bernanah. "Kalau nanahnya sudah pecah maka selanjutnya meninggal borok. Kondisi seperti ini membuat anak-anak menjadi demam tinggi. Kami juga belum tahu pasti apa penyebab dari penyakit yang kini dialami warga," ujar H Arwan anggota Komisi B DPRD Bengkalis Bidang Kesehatan. Ketua Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM) Refri A yang juga dihubungi detikcom menjelaskan, penyakit kulit diduga sangat cepat menular. Hal ini diperoleh dari pengakuan keluarga yang terjangkit penyakit itu. "Awalnya anaknya yang mengalaminya. Namun kini kedua orang tuanya juga mengalami hal yang sama. Penyakit ini sangat meresahkan warga. Penyakit ini juga menimbulkan bau busuk akibat nanah yang timbul di badan mereka," ungkap Refri A. Menurut Refri, pihaknya sudah memberitahukan kondisi penyakit ini kepada Pemerintah Provinsi Riau. Begitu juga kepada perusahaan PT CPI. Awalnya ada kesepakatan perusahaan CPI yang berkiblat ke Amerika itu bersedia untuk mengobati warga. "Tapi sampai saat ini janji PT Chevron belum juga terwujud. Sebelum jatuh korban, sebaiknya Pemprov Riau segara menurunkan tim medisnya untuk meneliti penyebab penyakit tersebut," terang Refri. Dia berharap, pemerintah segara menanggulangi penyakit aneh yang dirasakan masyarakat Bengkalis saat ini. FK-PSM mencatat, saat ini sekitar 30 orang anak SD dan balita sudah terjangkit penyakit gatal-gatal dan bernanah itu. Ini belum lagi ditambah belasan orangtua mereka yang juga ikut terserang penyakit tersebut. "Kita sudah berusaha membawa salah seorang warga kepada dokter spesialis kulit. Namun dokter itu sendiri juga bingung untuk menyebutkan jenis penyakit apa menimpa warga Bengkalis ini," kata Refri.
(cha/djo)











































