KLM Sukses Buka Jalur Baru Pendakian Merapi Lewat Selatan

KLM Sukses Buka Jalur Baru Pendakian Merapi Lewat Selatan

- detikNews
Senin, 03 Sep 2007 12:22 WIB
Yogyakarta - Pasca erupsi 2006, Komunitas Lereng Merapi (KLM) berhasil membuka jalur pendakian baru lewat selatan. Jalur baru itu lewat Dusun Kali Tengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.Sedang jalur pendakian dari selatan yang lama, melewati rumah juru kunci Merapi Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo Desa Umbulharjo. Namun jalur ini tetap belum bisa dilewati karena runtuhnya Gegerboyo dan masih banyak timbunan material di hulu Kali gendol.Pembukaan jalur itu dilakukan 7 anggota KLM yang sebagian besar warga Dusun Kali Tengah Lor dan Sambungrejo Balerante. Pendakian dilakukan dari dusun mereka pada Minggu 2 September pukul 08.00 WIB. Para pendaki sampai ke puncak pukul 16.30 WIB."Jalur pendakian berada di sisi timur Kali Gendol. Kami sempat berhenti 2 jam karena masih ada luncuran material ke Kali Gendol dengan jarak pendek dan sedang," kata ketua tim KLM, Mangun (55), warga Kali Tengah Lor kepada detikcom di sekretariat KLM Jl Palagan Tentara Pelajar Sariharjo, Ngaglik Sleman, Senin (3/9/2007).Menurut Mangun, tim sempat berhenti pada pukul 10.24 WIB di ketinggian 1835 meterdi atas permukaan laut (dpl) atau di sekitar wilayah puncak Kukusan. Hal ini digunakanuntuk memantau situasi dan memetakan wilayah. Setelah luncuran reda, tim melanjutkan perjalanan ke wilayah Gunung Kendil yang berdekatan dengan hulu Kali Gendol. Kondisi sekitar Gunung Kendil masih banyak timbunan material pasir dan batu-batuan besar. Hal ini membuat tim pendaki kesulitan berjalan cepat."Pada pukul 11.18 WIB juga berhenti lagi karena ada luncuran disertai suara gemuruh yang cukup keras dibanding sebelumnya. Cuaca saat itu berkabut," kata Mangun didampingi anggota tim lainnya Kuri (45).Sekitar pukul 16.00 WIB, beberapa ratus meter dari puncak kata Mangun, tim berhasil mencapai kawasan Kawah Woro. Di tempat itu, mereka mengambil beberapa bongkahan kecil belerang. Rencananya belerang itu akan diberikan kepada juru kunci Merapi Mbah Marijan untuk keperluan labuhan. Sebab pasca erupsi, Mbah Maridjan sudah tak bisa mengambil belerang di puncak dari jalur selatan. "Sampai puncak pukul 16.30 WIB dan setelah melakukan pemetaan dan istirahat, kami kemudian turun lewat Selo Boyolali. Sampai di Pos Selo pukul 19.15 WIB," ungkapnya.Kuri menambahkan tim yang membuka jalur baru itu dibekali peralatan lengkap seperti helm, sepatu, GPS (Global Positioning System), peta rupa bumi dan gambar foto udara Merapi, HT, Kamera digital dan tali. Beberapa jalur baru yang bisa dilewati semua sudah diberi tanda. Namun ada beberapa tempat dengan jalur yang masih sukar dilalui sehingga perlu diberikan tali pengaman. "Jalur di sekitar puncak juga sudah kami beri tanda," katanya.Berdasarkan hasil evaluasi, pendakian ke puncak melalui Kali Tengah Lor dan Sambungrejo lebih cepat dibandingkan melalui Pos Kinahrejo. Jika melalui Kinahrejo, kesulitan yang dihadapi adalah saat menyeberang kawasan pasir di hulu Kali Gendol."Sekitar 6-7 jam sampai ke puncak. Kami berharap masyarakat Kali Tengah Lor dan sekitarnya bisa diberdayakan setelah dibukanya jalur baru ini yang aman bagi pendaki," kata Kuri. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads