Warga Kolong Tol Bersarung Ria 'Nyusup' ke Kantor Menteri PU

Warga Kolong Tol Bersarung Ria 'Nyusup' ke Kantor Menteri PU

- detikNews
Senin, 03 Sep 2007 12:09 WIB
Jakarta - Satu per satu warga kolong tol masuk ke gedung Departemen PU. Kehadiran para pendemo yang menolak penggusuran ini sempat tidak tercium aparat kepolisian.Ada ibu-ibu yang masuk sambil menggendong anaknya. Ada juga bapak-bapak yang bersarung ria dengan memakai sandal jepit. Mereka menyebar dan ngumpet di halaman, masjid, dan tempat parkir.Namun kehadiran puluhan pendemo dari Jaringan Rakyat Miskin Kota yang semula 'aman' ini akhirnya tercium juga oleh aparat kepolisian."Saya lihat ada bapak-bapak bersarung di depan gedung PU. Ini kan aneh. Saya usir dia ke luar halaman. Mereka sepertinya masuk pukul 07.00 WIB. Ini karena kurang koordinasi saja dengan satpam," kata Kanit Patroli Polsek Kebayoran Baru Ipda Hendri Manurung saat menyisir para pendemo yang menyusup."Gimana ini kita bisa kecolongan. Ayo sweeping... sweeping...," perintah Hendri kepada anak buahnya dan satpam.20 Personel polisi dan 5 satpam langsung bergerak. Satu per satu pendemo akhirnya digiring ke luar halaman."Ayo... keluar... keluar... Kalau mau demo, di luar saja," kata polisi.Para pendemo terlihat pasrah dan tidak melakukan perlawanan saat keluar halaman. Gerbang gedung PU langsung dikunci dan pendemo pun bersedia berorasi di depan gerbang."Kita maunya demonya di dalam. Tetapi ketahuan, ya sudah, demo di luar saja," kata koordinator aksi Edi Saidi.Pendemo menolak digusur dari bawah kolong tol. "Kami menawarkan alternatif. Di pinggir tol itu kan ada lahan kosong milik PU, sebaiknya ditawarkan untuk rusun, kalau untuk tipe 36 masih cukuplah. Kalau di Marunda jauh dan belum ada akses air bersih serta listrik," terang Edi.Pendemo terus berorasi dan meneriakkan yel-yel, "Hentikan penggusuran, jangan digusur, tetapi digeser." (aan/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait