Macet Tak Tertahan, Polisi Izinkan Busway Ragunan Diserobot

Macet Tak Tertahan, Polisi Izinkan Busway Ragunan Diserobot

- detikNews
Senin, 03 Sep 2007 09:40 WIB
Jakarta - Mobil pribadi, bus kota dan sepeda motor langsung menyerbu busway Koridor VI (Ragunan-Halimun) begitu polisi memberi izin melintasi jalur khusus Transjakarta itu. Izin itu diberikan karena jalan reguler dari arah Jl Taman Margasatwa Ragunan (TMR) ke arah Mampang Prapatan padat. Kendaraan nyaris tidak bergerak. Kemacetan juga tampak dari arah Jalan TB Simatupang ke arah Warung Buncit.Sementara arus lalu lintas arah sebaliknya normal dan padat merayap."Ini terpaksa dibuka, sudah tidak tertahan lagi macetnya. Kalau dibiarkan ditutup terus malah macet total," kata seorang polisi saat mengatur lalu lintas di perempatan Jalan RM Harsono, Senin (3/9/2007) pukul 09.15 WIB.Izin polisi bagi kendaraan untuk menyerobot busway ini jelas berdampak bagi lalu lintas Transjakarta. Bus itu tidak bisa beroperasi dengan baik. Akibatnya penumpukan penumpang terlihat di semua halte."Jumlah armada normal, hanya karena kendaraan pribadi masuk jalur, sirkulasi terganggu," ujar petugas busway yang mengenakan seragam biru dan rompi oranye ini.Antrean penumpang hingga kini masih terjadi di halte Ragunan, halte Deptan, halte SMK 57 dan halte Jatipadang. Di halte Deptan, penumpang mengantre dengan berbaris 2 lajur di atas trotoar.Pada bulan Juli 2007, Muspida DKI Jakarta memutuskan bahwa busway hanya untuk Transjakarta. Jalur itu boleh dimasuki kendaraan lain dalam situasi darurat seperti banjir besar dan demonstrasi. Kemacetan karena padatnya volume kendaraan tidak masuk kategori keadaan darurat. (aan/nrl)


Berita Terkait