Pengusaha Bersatu Lawan Mafia
Senin, 03 Sep 2007 05:50 WIB
Roma - Kejahatan hanya bisa dilawan bersama-sama. Inilah yang dilakukan pengusaha-pengusaha Sisilia untuk menolak pungutan 'uang keamanan' yang dilakukan mafia.Pernyataan menolak 'uang keamanan' atau dikenal dalam istilah setempat sebagai 'pizzo' itu dilakukan federasi pengusaha Italia atau Cofindustria cabang Sisilia Sabtu (1/9/2007) lalu. Jika ada anggota yang tetap memberi pizzo, dia akan dikeluarkan dari keanggotaan.Usul perlawanan terhadap mafia ini muncul dari bos industri konstruksi Andrea Vecchio dari pulau Catania, di pantai barat Italia. Vecchio telah mendapatkan setidaknya 4 ancaman pembunuhan akibat penolakan membayar pizzo tersebut. 2 Gedung miliknya diserang pada saat menerima ancaman-ancaman itu.Vecchio kemudian menulis surat untuk Presiden Italia Georgio Napolitano. "Kami sudah tak tahan hidup seperti ini. Bukan hanya kami, para pengusaha, yang diserang, tapi negara itu sendiri," ujar Vecchio seperti dilansir AFP, Senin (3/9/2007).Deputi presiden pimpinan nasional Cofindustria Ettore Artioli yang ikut dalam pertemuan Sabtu itu meminta tentara mengintervensi Sisilia. Menurut Artioli, Cofindustria sepenuhnya mendukung cabang Sisilia.Pendapatan mafia dari uang keamanan diperkirakan mencapai 10 miliar euro per tahun, hanya dari Cofindustria cabang Sisilia. Menurut penelitian Universitas Palermo, mafia meminta pembayaran 60 euro per bulan dari warung di pinggir jalan, lalu naik 450 euro per bulan untuk toko, dan mencapai 600 euro per bulan untuk restoran dan hotel.Sementara, perusahaan-perusahaan yang mendapat proyek konstruksi atau perawatan jalan diperkirakan membayar rata-rata 17 ribu euro per lokasi. Ternyata Italia seperti Indonesia, namun pungutan bukan dilakukan mafia melainkan oleh pejabat korup.
(aba/aba)











































