Karateka Yogya Minta RI Putus Hubungan Dengan Malaysia
Minggu, 02 Sep 2007 09:33 WIB
Yogyakarta - Aksi unjuk rasa dan kecaman atas peristiwa pemukulan yang dialami wasit karate Donald Luther Kolopita terus berlanjut meski PM Abdullah Badawi sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden SBY.Kali ini aksi digelar oleh sekitar 500-an karateka dari Yogyakarta. Mereka menggelar demo solidaritas terhadap Donald dan meminta pemerintah bersikap tegas dengan memutuskan hubungan diplomatik dengan negeri jiran itu.Dengan mengenakan pakaian karate berwarna putih, para karateka yang berasal dari seluruh perguruan karate di Yogyakarta itu berkumpul di halaman Gedung DPRD, Jl Malioboro, Yogyakarta, Minggu (2/9/2007) sekitar pukul 09.00 WIB.Di barisan terdepan berdiri para karateka senior bersabuk hitam dan coklat. Mereka merupakan anggota dewan guru di masing-masing perguruan. Di barisan tengah, para karateka cilik berbaris rapih sambil membawa poster-poster yang berisi kecaman terhadap Malaysia. Barisan ditutup oleh para karateka dewasa.Sambil meneriakkan yel-yel dan berorasi rombongan karateka ini melakukan long march menuju Gedung Agung di Jalan Ahmad Yani.Beberapa poster bertuliskan "Karateka Yogya siap bela sensei Donald", "Lawan tindakan premanisme polisi Malaysia", "Kami punya harga diri dan nyali".Koordinator aksi Taryono dalam orasinya menyatakan karateka Yogyakarta menyerukan Tritura Yogyakarta yakni, putuskan hubungan diplomatik dengan malaysia, kutuk malaysia, dan ganyang malasyia."Tindakan premanisme polisi Malaysia harus dilawan. Rakyat Indonesia tidak perlu takut untuk mengganyang Malaysia. Ingat penduduk malaysia hanya sepersepuluhnya jumlah penduduk Indonesia. Jadi tidak perlu takut untuk menyikat," teriak Taryono lantang.Sementara Wakil Ketua DPRD Yogyakarta Gandung Pardiman yang hadir mengingatkan bahwa malaysia dulu belajar kepada Indonesia. "Kalau sekarang dia melakukan tindakan premanisme, itu berarti murid sudah durhaka kepada duru dan harus dilawan," tegas Gandung.Akibat aksi, arus lalu lintas di Jalan Malioboro tersendat. Para pengendara terpaksa bersabar menunggu di belakang para demonstran yang berjalan di tengah badan jalan.
(bal/bal)











































