PAN Panen Padi Nuklir di Magelang
Sabtu, 01 Sep 2007 22:59 WIB
Magelang - Partai Amanat Nasional (PAN) bersama petani di Magelang, Jawa Tengah, melakukan panen raya padi varitas Mira-1 produksi Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). PAN ingin menunjukan bahwa rekayasa nuklir sangat bermanfaat bagi pertanian, khususnya meningkatkan produksi beras."Pemerintah mestinya tidak impor beras jika serius memanfaatkan rekayasa nuklir untuk peningkatan produksi pertanian," ujar Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir usai panen raya padi varietas Mira-1 di Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Kab Magelang, Jateng, Sabtu (1/9/2007).Tampak anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edi, Wakil Ketua Komisi V Taufik Kurniawan, Bupati Magelang, Deputi Kepala Batan Prof Dr Aang Hanafiah, dan pejabat Kementerian Ristek.Dengan bibit produksi Batan, padi yang yang dihasilkan naik 30 persen. Uji coba padi varietas Mira-1 ditanam di 100 hektare sawah milik petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Organik (Asipo) Sinar Gemilang Kab. Magelang. Biaya produksi bisa ditekan karena para petani menggunakan pupuk organik.Batan dan Kementerian Ristek menyiapkan bibit dan dana dari APBN. Kemudian dilakukan pendampingan dan penyuluhan di bawah koordinasi Asipo. Hasil produksi dibagi antara petani pemilik lahan dan Batan. Dengan varietas Mira-1, produksi dicapai 9,2 ton per hektare. "PAN akan terus terdepan dalam membantu para petani dengan terobosan-terobosan teknologi, termasuk rekayasa nuklir," jelas Soetrisno. Dia minta masyarakat tidak alergi dan takut dengan nuklir. Sebab, banyak program kesejahteraan rakyat yang bisa ditopang dengan rekayasa nuklir,terutama teknologi pembibitan. Soetrisno minta para kader PAN di daerah-daerah lain mengadopsi pemanfaatan nuklir untuk pertanian. "Kalau produksi pertanian meningkat, devisa negara bisa dihemat karena tak perlu impor beras. Sementara kesejahteraan petani juga naik," cetusnya.Kalau impor beras bisa distop, Indonesia akan jadi bangsa mandiri dan disegani di dunia internasional. "Tapi, bagaimana mau jadi bangsa mandiri, kalau bibit padi saja harus impor dari China," pungkasnya.
(bal/bal)











































