Kanon KRI Diponegoro Sempat Rusak
Jumat, 31 Agu 2007 16:21 WIB
Den Haag - Rabu, 11 April 2007. Kanon KRI Diponegoro 365 menyalakkan peluru. Blar! Dua puluh tembakan pertama, terbagi dalam 3 salvo, berjalan mulus. Namun setelah beberapa kali tembakan ternyata komponen kanon rusak. Ujicoba di Alsot, kawasan latihan menembak di Laut Utara milik Koninklijke Marine (Angkatan Laut Belanda), sekitar 35 mil dari pangkalan Den Helder, itu langsung dihentikan. Saat itu KRI Diponegoro 365 dikawal kapal log milik AL Belanda Hr.Ms. Rotterdam dan Hr.Ms. Johan de Witt. Dibandingkan dengan dua kapal ini, KRI Diponegoro 365 ibarat seekor tikus abu-abu diapit dua gajah.Itulah catatan dari ujicoba kapal korvet dari kelas Sigma (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) seharga EUR170 juta, yang kini sudah tiba di Jakarta itu. Hadir dalam ujicoba itu delegasi Royal Schelde Naval, AL Belanda, Imtech dan Thales selaku pemasok hardware dan software manajemen tempur."Ini menunjukkan mengapa ujicoba itu diperlukan," komentar Kapten (AL) Simon van der Sluijs di websites AL Belanda, mengenai kerusakan komponen kanon tersebut. Kapt. Sluijs adalah perwira AL Belanda yang mengomandani KRI Diponegoro 365 selama ujicoba.Selain dikomandani perwira AL Belanda, KRI Diponegoro 365 juga memakai bendera Belanda merah-putih-biru. Dengan prosedur ini ujicoba kapal tersebut dapat sepenuhnya memanfaatkan fasilitas AL Belanda, antara lain pangkalan militer dan pasukan amunisi. AL Belanda juga memberikan dukungan tim keamanan selama ujicoba berlangsung. Albert Jan Vlierman dari Royal Schelde Naval, yang bertanggung jawab untuk engineering, sempat kecewa atas peristiwa itu. "Sejauh ini semua berjalan mulus, peristiwa ini mengganggu programa ujicoba. Tapi semua bisa diatasi," ujar Vlierman.Kerusakan minor pada komponen kanon itu akhirnya bisa diatasi oleh SEWACO, yang bertanggung jawab untuk sistem sensor dan kontrol persenjataan.
(es/es)











































