Sambut Ultah ke-90 Gesang, Solo Jadi Kota Keroncong
Jumat, 31 Agu 2007 15:05 WIB
Solo -
Peringatan ulang tahun ke-90 maestro keroncong, Gesang Martohartono, akan ditandai dengan berbagai acara di Solo. Dari lomba cipta puisi lingkungan, lomba senam sehat, kompetisi keroncong di berbagai hotel berbintang, konser musik, hingga pencanangan Solo sebagai kota keroncong.Pada 1 Oktober mendatang, Gesang akan berusia 90 tahun. Untuk menyambut ulang tahun sang buaya keroncong tersebut, di Kota Solo akan digelar sejumlah acara bertajuk 'Nine to Nine Decade of Gesang'. Kepanitiannya melibatkan keluarga, Pemkot Surakarta, seniman hingga produser rekaman.Ketua panitia Pedhet Wijaya mengatakan acara-acara yang telah dipersiapakan adalah lomba cipta karya puisi bagi anak-anak di bawah usia sembilan tahun. Puisi-puisi itu harus bertema Taman Gesang di Pinggir Bengawan Solo, sebuah taman yang dibangun Yayasan Gesang di pinggir Bengawan Solo beberapa tahun lalu.Ada juga lomba senam buat ibu-ibu yang akan diiringi lagu-lagu karya Gesang yang telah diaransemen menjadi lagu berirama remix. Ada juga kompetisi keroncong bagi siswa SMA pada pada 2 hingga 5 September. Kompetisi itu akan diadakan di lobi sejumlah hotel berbintang empat dan lima di Solo.Pada tanggal 9 September akan diadakan konser musik dengan tajuk 'Konser Gesang untuk Indonesia'. Yang akan tampil membawakan lagu-lagu Gesang adalah sembilan penyanyi kenamaan, antara lain Sundari Sukotjo, Tuti Trisedya, Syaharani dan lain-lainya."Pada konser itu nanti Walikota Surakarta akan mencanangkan Solo sebagai Kota Keroncong. Selama ini Solo telah dikenal luas sebagai tempat persemaian dan pertumbuhan musik keroncong. Selain itu di kota ini juga tinggal dua maestro keroncong yaitu Mbah Gesang dan Ibu Waldjinah," ujar Pedhet kepada wartawan di rumah Gesang di Kampung Kemlayan, 31/8/2007).Sedangkan tepat pada hari ulang tahun Gesang, 1 Oktober, akan diadakan peringatan ulang tahun yang diadakan di rumah dinas Walikota Surakarta. Pada saat itu produser rekaman musik, Hendarmin, akan menyerahkan uang royalti sebesar Rp 80 juta kepada Gesang atas lagu-lagunya yang direkam."Kami mengumpulkan uang itu dari sejumlah produser rekaman dari dalam maupun luar negeri yang merekam lagu-lagu Mbah Gesang. Pada beberapa tahun terakhir kami selalu memberikan uang royalti kepada beliau antara Rp 70 juta hingga Rp 100 juta, biasanya diberikan bersamaan ulang tahunnya," kata Hendarmin.Atas semua acara yang dirancang, Gesang mengaku sangat bersyukur. "Dari pendengaran saya tadi saya simak sepertinya pada ulang tahun saya ke 90 nanti akan diadakan banyak acara. Saya sangat berterimakasih untuk semua itu," ujar Gesang yang masih nampak sehat meskipun pendengarannya semakin lemah.
(mbr/asy)










































