Pentolan PKB Ikut Republik Mimpi Demo Kedubes Malaysia

Pentolan PKB Ikut Republik Mimpi Demo Kedubes Malaysia

- detikNews
Jumat, 31 Agu 2007 11:47 WIB
Jakarta - Sejumlah kasus kekerasan pada TKI dan pemukulan terhadap wasit karate Indonesia di Malaysia menggoreskan kekecewaan. Beberapa elemen masyarakat pun berunjuk rasa di depan Kedubes Malaysia. Republik Mimpi rupanya tak mau kalah.Sejumlah tokoh Republik Mimpi datang dan berorasi di depan Kedubes Malaysia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/8/2007).Tokoh-tokoh itu adalah mantan presiden Republik Mimpi Habudi dan Megakarti, Wapres Republik Mimpi Jarwo Kwat (JK) dan pengamat komunikasi politik Effendi Gazali. Mereka mengucapkan selamat hari kemerdekaan Malaysia sembari meminta pemerintah Malaysia memerdekakan para TKI dari kekerasan majikan."Katanya sudah high tech, ada Gedung Petronas, ada gedung-gedung yang serba teknologi, tapi kepada manusia justru tidak high tech. Main seterika, pukul-pukul kayak abad purba," ujar Habudi yang dibalut jas hitam.Kekecewaan atas sejumlah kasus kekerasan itu juga disuarakan Jarwo Kwat. "Katanya kita satu rumpun tapi main siksa bagai penyamun. Aya aya wae (ada-ada saja)," cetusnya dengan logat Sunda.Orasi itu dilanjutkan oleh Megakarti yang berpakaian merah menyala. "Sebagai bangsa yang besar, kami tetap mengucapkan selamat, karena kita beda dengan mereka yang main siksa seenaknya," katanya berapi-api.Ketua FKB Effendi Choirie dan Sekjen PKB Yenny Wahid ikut nimbrung dalam aksi tersebut. Effendi menyoroti keterlambatan pemerintah Indonesia dalam merespons aspirasi masyarakat."Anda (Presiden SBY) memimpin negara besar. Negara yang kaya akan aset dan kekayaan alam. Namun Anda tidak melakukan reaksi representatif dalam menyikapi penyiksaan wasit kemarin. Belum lagi penyiksaan yang menjadi TKI," teriaknya."Ke depan harus ada perlindungan hukum, supaya kalau warga Indonesia jalan-jalan ke sana ada rasa aman," imbuh Yenny yang ikut berteriak.Saat Republik Mimpi berdemo, puluhan polisi yang menjaga aksi minggir dengan teratur. "Minggir dulu, minggir dulu. Ini bukan demo, ini hanya syuting sinetron," ujar salah seorang polisi.Aksi Republik Mimpi tidak lama, hanya 30 menit. Usai mereka meninggalkan Kedubes Malaysia, datanglah pendemo lainnya yang berasal dari Partai Damai Sejahtera dan BEM UI. (nvt/nrl)


Berita Terkait