Pengamat Hukum Internasional:
Minta Maaf Badawi Luar Biasa
Jumat, 31 Agu 2007 08:46 WIB
Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi telah menelepon langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta maaf. Langkah itu dinilai luar biasa."Permintaan maaf antar kepala negara itu merupakan tindakan yang luar biasa. Langkah itu sudah sangat memadai," kata pengamat hukum internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana kepada detikcom Jumat (31/8/2007).Menurut Hikmahanto, pemerintah Malaysia menyadari, kemarahan rakyat Indonesia tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Hal itu, lanjutnya, dapat merusak hubungan baik Indonesia-Malaysia."Malaysia berpikir masih menganggap hubungan Indonesia-Malaysia penting. Karena itu, PM Badawi berinisiatif meminta maaf," ujar Dekan Fakultas Hukum UI ini.Karena itu, lanjut Hikmahanto, rakyat Indonesia harus memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil pemerintah Malaysia."Pemerintah Indonesia memang tidak pernah melakukan pressure terhadap Malaysia. Tapi mereka memiliki sensitivitas yang baik untuk meminta maaf," kata pria yang terlibat dalam perdamaian di Aceh ini.Meski telah minta maaf, kata Hikmahanto, pemerintah Indonesia tetap harus mengawal kasus yang menimpa wasit Donald Luther Kolobita di jalur hukum. Kasus tersebut harus tuntas dan pelakunya diganjar hukuman yang setimpal.
(ken/nrl)











































