Surat Edaran Minuman Berbahaya Marinir Bikin Resah

Surat Edaran Minuman Berbahaya Marinir Bikin Resah

- detikNews
Jumat, 31 Agu 2007 08:33 WIB
Jakarta - Masyarakat Jabotabek diresahkan daftar 42 minuman berbahaya yang mengandung siklamat. Lembaran fotokopi daftar minuman itu beredar dari tangan ke tangan. Uniknya daftar minuman itu tidak dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), melainkan Brigade Infanteri 2 Marinir. Surat edaran dengan Nomor:SE/14/VIII/2007 tentang Daftar Minuman yang Berbahaya itu dikeluarkan di Jakarta pada 10 Agustus 2007 dan ditandatangani Lettu Samsoeddin Cikoa SH. Dalam surat yang ditujukan kepada Pastaf Brigif 2 Marinir dan Dansatlak Brigif 2 Marinir dengan tembusan Komandan Brigif 2 Marinir itu merilis 42 minuman yang dianggap berbahaya. Disebutkan pula sumbernya dari Laboratorium RSAL Dr Ramelan, Surabaya. Daftar ke-42 minuman itu adalah Fres Mix, Pop Ice, Argazone, Mizone, Zhuka Sweet, Arinda, Copy Pop, Jelly Cool Drink, Mogu-Mogu, Okky Bolo Drink, Happydent White, Alloy Jelly, Donna Jelly, Lotte Juice Fress, Hore, Jasjus, Disney Segar, Segar Dingin, Aqua Rasa Buah, Calete Zone, Amico Sweet, Okky Jelly Drink, Niddin Orange Drink, Jelly Juice, Zeger Isotek, Boy Zone, Zporto, Junggle Juice, Zes TBA, Frutilo Magig, Forty Plus, Vidorant Fres Drink, Hamaviton Jreng, Ice Milk Juice, Naturde Bolo, Marimas, Finto, Buah Sari, Mariteh Instant, dan Extra Joss. Disebutkan, minuman tersebut mengandung "siklomat penyakit lupus yang merusak anti body dan belum ada obatnya". "Efek dari minuman itu adalah mengalami gangguan pada otak dan anak-anak umur 10 tahun wajahnya seperti umur 60 tahun," demikian bunyi selebaran itu. Daftar minuman itu sudah beredar luas di kalangan masyarakat. Beberapa pembaca detikcom pun mempertanyakan kebenaran informasi tersebut. "Bisa ditanyain nggak, apa betul daftar minuman ini berbahaya. Kok Marinir yang mengeluarkan," kata Harto (37), warga Kalisari, Jakarta Timur, kepada detikcom, Jumat (31/8/2007). Menurut Harto, di kantornya, fotokopi surat edaran itu disebar ke para pegawai. Namun dia tidak tahu sumbernya dari mana. Dia menduga dari tangan ke tangan. Tidak hanya di wilayah Jakarta Timur saja, surat edaran itu menyebar. Di wilayah lain, Ciputat, Jakarta Selatan, juga demikian. detikcom sendiri menerima dua surat edaran serupa yang dikirim via fax. (/)


Berita Terkait