Salah satu program andalannya adalah Sekolah Rakyat, yang diperkuat dengan kolaborasi lintas instansi seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi (Kemendikti), Kementerian Sosial (Kemensos), serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Digitalisasi pun menjadi kunci penting dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Komdigi turut mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi yang mampu menjembatani kesenjangan pembelajaran di seluruh penjuru Tanah Air.
Dorongan Transformasi: Dari PHTC hingga Digitalisasi Pembelajaran 2025
Dalam kerangka modernisasi pendidikan, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), sebuah langkah yang menargetkan peningkatan mutu pendidikan secara merata. Salah satu wujud nyatanya adalah pemasangan perangkat smartboard atau interactive flat panel (IFP) di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.
Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 resmi diluncurkan di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat (17/11). Inisiatif ini menjadi tonggak percepatan transformasi pendidikan nasional yang lebih interaktif, adaptif, dan menyenangkan bagi siswa.
"Yang baru saja kita saksikan, ini adalah program kita sebagai usaha kita untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional kita," ujar Prabowo dikutip dari Antara, Selasa (2/12/2025).
Prabowo menegaskan bahwa transformasi pendidikan bukan semata tentang distribusi perangkat, tetapi tentang membangun ekosistem belajar yang kreatif, inklusif, serta berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.
Pendistribusian Perangkat Digital untuk Sekolah di Seluruh Indonesia
Program Digitalisasi Pembelajaran mencakup penyediaan perangkat seperti Papan Interaktif Digital (IFP), laptop, media penyimpanan konten, hingga internet satelit dan panel surya bagi sekolah yang belum terjangkau listrik maupun jaringan internet yang stabil.
Hingga saat ini, total 215.572 perangkat telah dikirimkan. Sebanyak 172.550 perangkat sudah tiba di sekolah-sekolah penerima, sementara 43.022 lainnya masih dalam proses pengiriman. Pemerintah menargetkan seluruh perangkat tersalurkan sebelum Desember 2025.
Untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat tersebut, pemerintah juga menyediakan konten pembelajaran berkualitas melalui platform Rumah Pendidikan, lengkap dengan bimbingan teknis bagi para guru.
Upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital di Indonesia tentunya tak dapat berjalan optimal tanpa peran aktif masyarakat . Untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung konektivitas digital, detikcom mengundang masyarakat untuk mengajukan individu, komunitas, dan lembaga inspiratif dalam acara 'Apresiasi Konektivitas Digital'.
Apresiasi Konektivitas Digital merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada segenap insan, meliputi individu, komunitas, atau lembaga yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.
Melalui penghargaan ini, detikcom akan menyoroti berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi individu, komunitas, dan lembaga dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri.
Cara Ajukan Nominasi Apresiasi Konektivitas Digital
Masyarakat bisa berpartisipasi dalam mendorong perluasan konektivitas digital dengan memberikan penghargaan kepada individu, komunitas, dan lembaga yang telah berkontribusi mengerahkan pikiran dan tenaganya untuk memperluas jangkauan telekomunikasi di Tanah Air.
Caranya, cukup ajukan nama individu, komunitas, atau lembaga melalui detik.com/apresiasikonektivitasdigital. Anda dapat mengusulkan nama individu, komunitas, atau lembaga yang dinilai berkontribusi nyata dalam membuka akses teknologi dan informasi, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Form dapat diisi dengan data diri dan kategori nominasi yang sesuai untuk mendukung proses seleksi penerima penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital di laman ini. Adapun form dapat diisi mulai dari 15 November 2025 - 28 Februari 2026.
Melalui ajang ini, diharapkan bisa mendorong lebih banyak kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadirkan akses digital yang merata di seluruh Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin merata, masyarakat di daerah 3T pun memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di era digital. Dengan demikian, visi Indonesia Emas yang dicanangkan pemerintah juga dapat terwujud.
detikcom sebagai media masif akan menyorot berbagai kisah inspiratif tentang dedikasi dan inovasi dalam membuka akses teknologi hingga pelosok negeri melalui penghargaan 'Apresiasi Konektivitas Digital' yang merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada individu, komunitas, dan lembaga yang berperan penting dalam memperkuat konektivitas digital Indonesia.
(anl/ega)











































