Malaysia Harus Minta Maaf Terbuka, Tidak Cukup Via Telepon

Malaysia Harus Minta Maaf Terbuka, Tidak Cukup Via Telepon

- detikNews
Jumat, 31 Agu 2007 00:29 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia telah meminta maaf kepada Indonesia. Namun permintaan maaf yang disampaikan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi melalui telepon kepada Presiden SBY dirasa belum cukup. Pemerintah Malaysia harus minta maaf secara terbuka."Belum cukup hanya dengan meminta maaf," kata ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Effendi Choirie usai rapat gabungan DPP PKB di Jalan Kalibata Timur I No 12 Jakarta Selatan, Kamis (30/8/2007).Pria yang akrab disapa Gus Choi ini mengatakan, sebaiknya pemerintah Indonesia mendesak agar Malaysia melakukan permintaan maaf secara terbuka. Tidak cukup melalui telepon. "Harus didesak untuk secara terbuka," cetusnya.Hal senada juga dikatakan Ketua DPP PKB Rieke Diah Pitaloka. Menurut artis yang akrab dipanggil Oneng ini, seharusnya ucapan maaf bukan saja disampaikan kepada presiden SBY. Apalagi permintaan maaf itu hanya dilakukan melalui sambungan telepon.Sebagai bentuk kenegarawanan, pemerintah Malaysia sebaiknya juga melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada rakyat Indonesia."Yah, minta maaf tidak hanya kepada presiden. Tapi juga kepada seluruh masyarakat Indonesia dan tidak melalui telepon. Tapi harus secara terbuka mengakui kesalahan, itu baru seorang negarawan," ujar Rieke.Rieke memaklumi, kemarahan rakyat Indonesia akibat ulah sejumlah oknum polisi Malaysia yang memukuli wasit Donald Luther Kolobita. Namun menurut dia, kemarahan tersebut seharusnya lebih ditujukan karena sikap pemerintah negeri jiran itu yang selama ini tidak menghormati martabat bangsa Indonesia.Dia mencontohkan banyaknya tenaga kerja Indonesia yang mengalami tindakan kekerasan di Malaysia. "Jangan hanya marah karena wasit yang digebukin. Seharusnya yang membuat kita lebih tersinggung adalah karena tenaga kerja kita yang diperlakukan tidak adil," cetusnya.Apalagi menurut Rieke, kasus penganiayaan terhadap TKI di Malaysia tahun ini adalah yang terbesar. "Ini sama saja pemerintah kita tidak ada wibawa. Karena itu, Malaysia harus terbuka, tidak saja kepada SBY," tandasnya. (rmd/ken)



Berita Terkait