Jurus-jurus Pembinaan IPDN
Kamis, 30 Agu 2007 19:01 WIB
Jakarta - Pembinaan kerap diartikan sebagai kegiatan untuk mengarahkan sesuatu menjadi lebih baik. Namun di IPDN, pembinaan berarti kekerasan fisik."Ketika saya menjadi praja pada 1996, saya telah mendapat paket pembinaan," ujar mantan praja IPDN Ari Aditya.Hal itu disampaikan dia saat menjadi saksi sidang gugatan perdata gugatan keluarga Cliff Muntu kepada Depdagri cs di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Kamis (30/8/2007).Paket pembinaan yang dimaksud adalah jurus-jurus kekerasan seperti memukul dengan telapak tangan, punggung tangan, kepalan tangan, tendangan biasa, atau menendang sambil berlari."Saya pernah ketika sedang kayang dipukul. Saya juga pernah pendarahan di perut sehingga harus dirawat di empat RS di Bandung," imbuh Ari.Saat diperiksa dokter IPDN, sang dokter mengatakan, sudah biasa bila praja IPDN mengalami pendarahan.Akibat kekerasan yang dialaminya, Ari tidak kerasan. Satu semester di IPDN, dia pun memutuskan untuk mengundurkan diri.Mantan praja yang kini menjadi dosen di IPDN, Andi Asikin, pun mengalami kekerasan saat masih bersekolah di kampus itu. "Sempat terpikir untuk melarikan diri. Selain kekerasan ada banyak hal yang terjadi di IPDN seperti RMS dan politik," kata Andi.Menurut dosen IPDN lainnya, Inu Kencana, pernah terjadi tindak pemukulan yang tragis. Praja yang akan dipukul, wajahnya ditutup sehingga tidak tahu kapan akan menarik nafas. "Pemukulan tidak dianjurkan, tapi dibenarkan," kata Inu."Saya sudah berusaha bongkar ini selama 18 tahun. Tapi saya malah dipecat, pangkat tidak naik-naik. Sudah setua ini masih golongan 4B," cetus pria 65 tahun ini.
(nvt/asy)











































