Awas! Kanker Payudara Bisa Kambuh
Kamis, 30 Agu 2007 18:39 WIB
Jakarta - Sudah dioperasi bukan jaminan mantan penderita kanker payudara bisa lega. 90 Persen pasien sembuh dari penyakit ganas ini ternyata masih memiliki resiko kambuh. "Orang yang pernah kena kanker payudara berisiko tinggi terkena lagi,karena ada faktor DNA," kata ahli bedah konsulen onkologi Dr Sutjipto SpB(K) Onk dalam simposium bertajuk 'Memahami pengobatan kanker payudara,' di ruang auditorium RS Dharmais, Jl S Parman, Jakarta Barat, Kamis (30/8/207).Itu sebabnya, lanjut dia, pengecekan berkala dan secara teratur harus tetap dilakukan pasien yang telah sembuh. Pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan tiga kali dalam setahun, kemudian berlanjut dengan satu kali dalam dua tahun. "Dicek dulu keadaan pasien, semakin lama pengobatan bisa dikurangi,"ujarnya.Menurut dia, di Indonesia, kebanyakan pasien justru tidak melakukan pengobatan berlanjut itu karena berbagai faktor.Sutjipto menjelaskan, penelitian menunjukkan 70 persen orang Indonesia tidak memiliki kepedulian pada kanker payudara. Mereka juga tidak pernah melakukan pemeriksaan dini. Ini menjadi salah satu penyebab kanker payudara timbul lagi."Biasanya karena faktor ekonomi, mereka tidak mampu meneruskanpengobatan," imbuh pria berkacamata ini.Menurut dia, mengoperasi payudara merupakan pengobatan yang paling umum dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengangkat jaringan kanker sebanyak mungkin.Usai operasi, penderita kanker payudara memiliki pilihan melakukan kemoterapi atau penggunaan obat anti kanker. Gunanya untuk menurunkan risiko penyebaran kanker. Semakin tinggi stadium kanker, kemoterapi menjadi semakin penting."Namun kemoterapi memiliki efek samping. Antara lain, menstruasi jadi berhenti dan kerontokan pada rambut," tandasnya
(fiq/nrl)











































