SMA 70 Disatroni Siswa Bercelurit Satu Bus
Kamis, 30 Agu 2007 16:56 WIB
Jakarta - Pukul 16.15 WIB, sebuah bus Metro Mini 69 Blok M-Ciledug berbelok arah ke Jalan Bulungan, Jakarta Selatan, menuju gerbang SMA 70. Turunlah segerombolan siswa berseragam SMKN menenteng celurit dan batu.Di SMA 70 sendiri juga masih terlihat sekelompok siswa yang masih nongkrong usai pulang sekolah. Tak lama, entah siapa yang memulai, batu-batu mulai melayang di antara dua kelompok itu."Beberapa orang siswa SMK itu membawa celurit," kata satpam SMA 70, Mulya S, mengingat kejadian itu ketika ditemui detikcom, Kamis (30/8/2007) pukul 16.30 WIB.Barisan paling depan 'penyerang' yang dari sebuah SMKN itu memegang celurit. Sementara barisan di belakangnya memegang batu-batu dan paving block.Ternyata sebagian siswa SMA 70 masih berada dalam sekolah. Mereka berhamburan keluar memegang batu atau kayu mengejar 'penyerang' sekolah mereka itu.Saat itu, muncul pula seseorang berpakaian kaos berwarna merah mencoba melerai tawuran itu. Pria yang diduga aparat berwajib itu menembakkan pistol sebanyak tiga kali ke udara.Kalah banyak, penyerang yang hanya berjumlah puluhan kembali ke Metro Mini yang membawanya. Metromini tancap gas meninggalkan lokasi pertempuran yang sudah berantakan.Belakangan diketahui, seorang siswa kelas III SMA 70 bernama Andi terkena lemparan batu. Kepala Andi terlihat mengucurkan darah.Untuk diketahui, SMA 70 ini bersisian dengan gedung Kejaksaan Agung. Saat aksi tawuran berlangsung, gerbang belakang gedung Kejaksaan Agung terpaksa dirapatkan untuk mencegah setiap mobil berusaha keluar melalui gerbang itu. SMA 70 merupakan salah satu SMA favorit di Jakarta.
(aba/nrl)











































