Anggota Ancam Tembak Wartawan, Pangdam V Brawijaya Siap Dipecat
Kamis, 30 Agu 2007 15:42 WIB
Surabaya - Seorang anggota TNI mengancam akan menembak wartawan peliput kegiatan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Syamsul Mappareppa siap bertanggung jawab atas kelakuan anak buahnya itu."Saya siap dipecat jika itu benar terjadi, karena itu tanggung jawab saya. Saya akan tindak lanjuti kasus itu," kata Syamsul di ruang VIP Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (30/8/2007).Syamsul menjelaskan, dia belum menerima laporan resmi dari bawahannya terkait insiden itu. Dia pun berjanji memanggil anak buahnya itu untuk dimintai keterangan."Saya akan panggil dulu, meminta keterangan dari dia untuk mendapatkan keterangan yang lebih jelas. Saya hingga kini belum menerima laporan itu," kilahnya.Dia lalu menyatakan permintaan maaf kepada wartawan cetak dan elektronik yang ikut rombongan Wapres. "Saya minta maaf sekali pada kalian semua, ada anak buah saya seperti itu. Saya janji akan saya usut," janjinya.Insiden tersebut bermula saat acara temu kader Partai Golkar di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Timur di kawasan Menanggal, Surabaya hari ini pukul 10.30 WIB. Seorang anggota TNI bernama Kapten CPM Subandiono menghalangi wartawan rombongan Wapres meliput acara itu.Karena merasa sudah diizinkan pihak panitia dan Paspampres, wartawan memaksa masuk dan mempertanyakan larangan tersebut. Sempat terjadi adu mulut dan nyaris terjadi aksi pemukulan.Usai dilerai panitia, Subandiono bersama bawahannya justru menghampiri wartawan. Sembari menunjukkan nama dan pangkat, dia mengancam akan menembak wartawan.
(fiq/umi)











































