Kejagung Digoyang Pendukung Munir
Kamis, 30 Agu 2007 15:19 WIB
Jakarta - Kasus pembunuhan Munir telah memasuki persidangan PK. Aliansi Solidaritas untuk Munir (Asumsi) mendesak Kejagung serius menangani kasus ini.Tuntutan itu disampaikan puluhan akitivis Asumsi dalam aksi demo di depan Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Kamis (30/8/2007). "Usut tuntas penghilangan paksa Munir," teriak mereka.Demo diikuti Ketua Ikatan Keluarga Orang Hilang Mugianto. Menurut dia, tuntutan tersebut sengaja disampaikan di hari peringatan orang hilang sedunia. Semasa hidupnya Munir sangat concern membantu mereka. "Kami juga mendesak agar jaksa agung meneruskan upaya penyidikan terhadap orang-orang yang hilang sesuai UU. Selama keberadaan orang-orang tersebut masih belum diketahui, penyidikan harus terus dilakukan," katanya.Dia menambahkan, Presiden SBY harus menggunakan kewenangannya untuk menemukan dan menjelaskan keberadaan korban yang masih hilang.Sementara Utomo, orangtua Bimo Petrus yang hilang tahun 1999, mengatakan, "Ya agar kita ditanggapi, ditanya maunya apa, didengarkan. Kalau nanti hasilnya bagus atau jelek yang penting sudah ditanggapi."Para pedemo ini mengenakan kaos seragam berwarna merah dengan gambar karikatur Widji Tukul. Pada bagian belakang tertulis kata-kata "Hanya satu kata: lawan!"Mereka juga membawa-bawa poster yang ditempeli foto-foto orang hilang dan spanduk bertuliskan, "Jebloskan jenderal-jenderal pelanggar HAM". Demo juga diramaikan dengan nyanyi-nyanyi dan aksi teaterikal yang menggambarkan kasus penculikan paksa.
(umi/nrl)











































