Komisi V DPR Desak Pemerintah Tinjau Tarif JORR

Komisi V DPR Desak Pemerintah Tinjau Tarif JORR

- detikNews
Kamis, 30 Agu 2007 14:43 WIB
Jakarta - Komisi V DPR mendesak pemerintah merespons protes masyarakat tentang tarif JORR yang menggila. Tarif terbuka jauh-dekat Rp 6.000 harus ditinjau ulang."Sistem tarif terbuka atau tertutup itu adalah pilihan. Komisi V DPR meminta pemerintah meninjau kembali pemberlakukan besaran tarif tersebut," kata Ketua Komisi V Ahmad Muqqowam di Gedung DPR MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8/2007).Muqowwam menyatakan hal itu dalam jumpa pers usai rapat internal Komisi V tentang tarif tol."Komisi V DPR menyesalkan kebijakan tersebut yang tanpa melakukan sosialisasi terlebih dahulu dan tidak memberitahukan kepada Komisi V DPR," tegas Muqowwam. Menurut Muqowwam, pemerintah selama ini hanya membahas rencana kenaikan tarif untuk 13 ruas jalan tol. JORR bukan termasuk dari ruas jalan tol yang dibahas antara pemerintah dan DPR."JORR bukan rencana yang diajukan oleh pemerintah dalam pembahasan kenaikan tarif," ujarnya.Dilanjutkan Muqowwam, meskipun dalam aturannya pemerintah tidak wajib melapor kepada DPR soal kenaikan tarif ini, namun sebaiknya hal ini dikomunikasikan terlebih dahulu dengan DPR. Karena masyarakat biasanya menilai kenaikan tarif tol sudah diketahui oleh DPR."Untuk yang ini kami benar-benar tidak tahu," sesalnya.Tarif baru JORR berlaku 28 Agustus 2007 sore hari usai peresmian ruas Jatiasih-Cikunir. Untuk kendaraan kecil tarif dipasang Rp 6.000 jauh-dekat.Mereka yang menggunakan JORR jarak jauh, tarif ini terasa murah. Tapi apesnya, JORR lebih banyak dilewati pengguna jarak pendek. Akibatnya, pengguna jarak pendek ini harus mengeluarkan ongkos berlipat. Mereka yang hendak/dari Serpong/BSD/Bintaro harus merogoh Rp 10.500 padahal biasanya Rp 4.500.RDP Belum DigelarSementara itu rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi V dengan Badan Pengatur Jalan Tol dengan Dirjen Bina Marga Departemen PU yang digelar mendadak, hingga kini belum dimulai.RDP ini harusnya dimulai pukul 11.00 WIB tapi molor karena rapat internal Komisi V baru berakhir pukul 14.00 WIB. Meski demikian, RDP tentang tarif tol itu tetap akan digelar hari ini. (ziz/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads