Dari Bahasa Diplomatik, Malaysia Sudah Minta Maaf
Kamis, 30 Agu 2007 13:33 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia sudah menyatakan penyesalan amat mendalam (deeply regret) atas kasus pemukulan polisi Malaysia terhadap wasit karate asal Indonesia, Donald Kolobita. Dari sisi bahasa diplomatik, pernyataan deeply regret bermakna permintaan maaf. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra saat dihubungi detikcom seusai mendampingi Ketua DPR Agung Laksono menerima Dubes Malaysia untuk Indonesia Dato Zainal Abidin Muhammad Zain di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (30/8/2007). "Dalam pertemuan tadi, Dubes menyatakan bahwa Menlu Malaysia sudah menyatakan 'deeply regret' saat bertemu Presiden kemarin. Tapi, menurut Dubes, pernyataan Menlu itu kurang dipahami media," kata Yusron. Menurut Yusron, dalam bahasa diplomatik, deeply regret bisa diartikan sebagai permintaan maaf. "Saya kira ini bahasa diplomatik. Kalau menyatakan menyesal amat mendalam, saya kira itu sudah meminta maaf," ujar Yusron. Dengan pemahaman seperti itu, menurut Yusron, Komisi I DPR tidak perlu menarik permintaan kepada pemerintah agar tidak menghadiri peringatan HUT ke-50 Malaysia di Kuala Lumpur. "Permintaan Komisi I itu ya jalan terus saja, karena memang sudah disampaikan Ketua DPR kepada pemerintah," kata dia. Menurut dia, keputusan Komisi I DPR yang meminta pemerintah tidak perlu datang ke Malaysia diputuskan melalui rapat pada Rabu (29/8/2007) kemarin. Rapat dipimpin oleh sejumlah wakil ketua I DPR, termasuk Yusron, karena Ketua Komisi I Theo Sambuaga sedang berada di luar negeri. Dalam rapat itu diputuskan, Komisi I DPR menyurati Presiden SBY agar pemerintah tidak menghadiri undangan peringatan HUT Malaysia di Kuala Lumpur. Setelah ditandatangani Ketua DPR Agung Laksono, surat itu pun disampaikan kepada Presiden SBY. Namun, keputusan Komisi I DPR itu tidak berlaku bagi acara HUT ke-50 Malaysia yang akan digelar di Hotel Sangri-La, Jakarta, Jumat (31/8/2007) besok. "Kalau acara HUT di Shangri-La Jakarta, kami malah tidak tahu, karena saya tidak diundang," kata dia.
(asy/nrl)











































