Kapolri Yakin Ormas Pengancam Sweeping Mengerti Batasan
Kamis, 30 Agu 2007 13:04 WIB
Jakarta -
Sejumlah ormas mengancam akan mensweeping warga Malaysia terkait pemukulan wasit karate, Donald Luther Kalobita. Namun Kapolri Jenderal Pol Sutanto yakin tindakan mereka tidak akan kelewat batas.Polisi sendiri belum menerima permintaan khusus perlindungan terhadap Kedubes maupun warga Malaysia di Indonesia."Sementara belum, tapi kewajiban kita melindungi warga negara mana pun yang berada di Indonesia," kata Sutanto usai rakortas dengan Menko Polhukam Widodo AS dan Kepala BIN Syamsir Siregar di kantor Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (30/8/2007).Soal pengamanan, kata dia, bersifat proporsional saja. Artinya disesuaikan dengan tingkat keamanannya.Terkait ancaman sweeping itu, Sutanto menganggapnya sebagai hal yang wajar karena solidaritas yang muncul di masyarakat. "Ya tapi jangan sampai aksi-aksi itu menimbulkan kerugian," sesal dia.Sebab dikhawatirkan tamu-tamu asing yang ada di Indonesia tidak nyaman dengan kondisi seperti itu. "Yang rugi kan kita," katanya. Isu ini, imbuh dia, sudah dikoordinasikan dengan kepala kepolisian Malaysia. "Ya, mereka menyesalkan kejadian ini karena merusak citra," katanya.Saat ditanya, apakah Polri sudah melakukan pendekatan dengan ormas-ormas tersebut, Sutanto tidak menjawab dengan lugas."Saya kira ormas-ormas itu mengerti batas-batasnya. Mereka tidak akan melakukan tindakan yang bisa merugikan kedua negara," kata Sutanto.Untuk memantau kasus ini di Malaysia, imbuh Sutanto, Polri memiliki petugas penghubung yang berada di Penang dan Kualalumpur. Dan sejak awal petugas Polri di sana sudah melaporkan kejadian tersebut.Ditanya apakah sudah ada permintaan agar Donald dibawa ke Malaysia untuk bersaksi, Sutanto mengatakan, belum ada. "Tapi untuk pemeriksaan bisa dilakukan di sini, itu masalah teknis saja," ujarnya.
(umi/asy)










































