Petinggi Militer Absen Saat Pengambilan Sumpah Gul

Petinggi Militer Absen Saat Pengambilan Sumpah Gul

- detikNews
Kamis, 30 Agu 2007 11:37 WIB
Den Haag-Ankara - Setelah memenangi pungutan suara putaran ketiga, Abdullah Gul segera diambil sumpah sebagai presiden malam itu juga. Seperti diperkirakan, para petinggi militer tidak hadir.Panglima Militer Jenderal Yasar Buyukanit dan jenderal lainnya hanya memantau dari markas besar, koran Hurriyet melaporkan, Rabu (29/8/2007).Ditanya wartawan bagaimana absennya para petinggi militer itu harus diinterpretasikan, PM Recep Tayyip Erdogan mengatakan, "Parlemen telah melaksanakan tugasnya. Semoga ini menjadi tanda kebaikan, bagi negara dan rakyat,"Presiden Gul sendiri pada acara pengambilan itu tidak didampingi sang istri, Hayrunissa Gul. Istri Gul dikenal teguh mengenakan kerudung dan menjadi sasaran kubu militer dan kalangan sekuler sebagai ancaman simbol sekulerisme republik Turki warisan Ataturk. Sebagai gantinya Gul hanya didampingi puteranya, Mehmet Gul.Terpilihnya Gul sebagai presiden Turki melengkapi kekuasaan pemerintahan di bawah partai Islam AKP pimpinan PM Erdogan yang berkuasa sejak 2002. Militer dan kalangan sekuler Turki gencar meniupkan bahaya islamisasi untuk membendung AKP, namun seruan itu manuver itu kurang mendapat sambutan. Pada pemilu dengan tingkat partisipasi 85% Juli lalu suara AKP justru meningkat 13% menjadi 47%. Dengan mandat sebesar ini AKP kembali dapat berkuasa tanpa perlu koalisi.Selama 5 tahun pemerintahannya, AKP berhasil menciptakan kemakmuran dan stabilitas ekonomi, yang belum pernah dicapai pemerintahan sekuler sebelumnya. Media di Belanda dalam tajuknya menyebut bahwa seruan militer yang tidak efektif menunjukkan bahwa mereka tidak digubris lagi di Turki.Pertumbuhan ekonomi Turki yang mencengangkan selama 5 tahun kekuasaan AKP telah menciptakan kelas menengah baru. Dan mereka mustahil mau kembali ke partai-partai sekuler yang berkuasa sebelumnya. (es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads