12 Desa di Tapanuli Utara Masih Terisolir, Logistik Sudah Menipis

Duka dari Utara Sumatera

12 Desa di Tapanuli Utara Masih Terisolir, Logistik Sudah Menipis

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 22:18 WIB
Kondisi rumah warga yang rusak akibat banjir bandang di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Jumat (28/11/2025) sebayak 32 orang meninggal dunia diwilayahnya akibat banjir bandang pada Selasa (25/11/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/sgd
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Jakarta -

Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengungkap 12 desa di dua kecamatan Tapanuli Utara masih terisolir total usai dilanda banjir. Dua kecamatan tersebut hingga kini tak memiliki akses jalan, listrik, maupun komunikasi.

"Jadi ada di Kecamatan Parmonangan ada dua tempat, kemudian di Adiankoting juga ada dua tempat. Dan mereka ini kalau dikumpulkan ada sekitar 12 desa," kata Jonius dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025).

"Beberapa desa sama sekali putus kontak. Jalan tidak bisa, listrik padam, komunikasi juga tidak ada. Ini sudah hari kelima kami bekerja bersama TNI dan Polri," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua kecamatan yang terdampak paling parah adalah Parmonangan dan Adiankoting, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tapanuli Tengah. Kerusakan jalan penghubung membuat akses satu-satunya menuju Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan lumpuh.

ADVERTISEMENT

"Satu-satunya akses ke Tapanuli Tengah itu dari Taput. Jalan yang sudah dibuka baru sampai kilometer 30 dari total 38 kilometer," jelasnya.

Jonius pun menegaskan bahwa kondisi logistik di desa-desa terisolir semakin kritis. Warga hanya bisa ditempuh dengan delapan jam berjalan kaki, sementara bantuan darat tidak memungkinkan untuk masuk.

"Harapan kami, untuk desa-desa terisolir mohon diberikan bantuan lewat udara. Total ada empat titik, dua di Parmonangan dan dua di Adiankoting. Jika digabungkan itu mencakup sekitar 12 desa," ungkapnya.

Sementara itu, Ia juga melaporkan bahwa sekitar 175 rumah hilang atau rusak parah, ditambah 200 rumah lainnya mengalami kerusakan. Pihaknya pun berencana merelokasi permukiman warga ke wilayah perbukitan yang lebih aman.

"Lokasi permukiman saat ini tidak memungkinkan lagi. Tapi untuk relokasi kami membutuhkan regulasi karena harus menggunakan hutan negara," imbuhnya.

(wnv/wnv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads