Warga Menanti Titik Terisolir di Sumatera Pulih Pascabencana

Duka dari Utara Sumatera

Warga Menanti Titik Terisolir di Sumatera Pulih Pascabencana

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 20:18 WIB
Foto udara kondisi permukiman Jorong Kayu Pasak yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam menyebutkan hingga Minggu pagi, sebanyak 69 orang korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan masih belum ditemukan, sejumlah personel dari BPBD setempat, TNI/Polri, dan Basarnas terus melakukan pencarian. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan masih banyak jalan yang terputus di sejumlah titik di Sumatera buntut bencana banjir. Sejumlah pihak berharap titik terisolir berangsur pulih pascabencana.

Dirangkum detikcom, Minggu (30/11/2025), BNPB menyebut masih ada sejumlah titik terisolir di daerah Sumatera. Daerah terisolir itu belum dapat dilintasi karena banyak infrastruktur rusak akibat banjir. Presiden Prabowo pun melalui Menko PMK Pratikno meminta agar seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk menangani dampak banjir bandang di 3 provinsi Sumatera.

Prabowo Perintahkan Kerahkan Kekuatan Nasional

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengungkapkan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar). Prabowo, menurut Pratikno, memerintahkan seluruh kekuatan nasional untuk menangani banjir di tiga provinsi itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden memerintahkan untuk menambah seluruh kekuatan nasional, fokus untuk penanganan tanggap darurat secepat-cepatnya. Mengerahkan evakuasi, mengerahkan logistik, perlindungan pengungsi, kemudian mengerahkan tenaga kesehatan, memulihkan infrastruktur, transportasi, komunikasi, juga kawal di lapangan," ujar Pratikno saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana, bersama Kepala BNPB, Jajaran TNI-Polri, dan Pemprov Sumatra Utara, di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara, Minggu (30/11/2025).

Pratikno mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan hingga pemulihan komunikasi di wilayah terdampak di Aceh, Sumut, hingga Sumbar. Proses evakuasi, menurut Pratikno, juga dipercepat.

ADVERTISEMENT

Aceh

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan masih banyak jalan yang terputus di Provinsi Aceh buntut bencana banjir. Kendati demikian, BNPB menyebutkan sudah mulai mengerahkan pasukan ke sana lebih banyak dari sebelumnya.

Hal itu disampaikan Suharyanto dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025), yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB. Ia mengatakan masih banyak jalan-jalan di Aceh yang terputus akibat banjir.

"Aceh ini karena masih banyak yang terputus. Secara singkat di Aceh kekuatannya sudah mulai banyak, sudah full. Memang yang menonjol di Aceh ini masih banyak sekali jalan-jalan yang masih putus Bapak Menko," kata Suharyanto.

Suharyanto menjelaskan, akses jalan dari Sumatera Utara ke Aceh masih terputus. Hal serupa terjadi di lintasan Banda Aceh menuju Lhokseumawe.

"Kemudian, Gayo Lues juga masih putus sampai Aceh Tengggara. Kemudian, Aceh Tengah juga masih putus," ungkapnya.

Kepala BNPB mengatakan Kabupaten Bener Meriah juga masih terisolasi. Hal yang sama terjadi di Subulussalam.

"Bener Meriah masih terisolir, Subulussalam juga masih terisolir," katanya.


Sumatera Utara

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan akses jalan dari Tapanuli ke Sibolga masih belum bisa dilalui karena banyaknya tanah longsor. Hingga saat ini, masih banyak warga yang terjebak di lokasi.

"Ini sekarang yang masih belum tembus, ini dari Tapanuli ke Sibolga ini belum bisa tembus karena di sini ada longsoran-longsoran yang sangat panjang. Kalau di lapangan praktis hampir 50 km yang tertutup," kata Suharyanto dalam rapat soal bencana di Sumatera, yang disiarkan YouTube BNPB, Minggu (30/11/2025).

Suharyanto mengatakan satgas gabungan sudah berusaha membuka jalan yang longsor. Diperkirakan akses bisa terbuka dalam waktu 3 hari ke depan.

"Nah sekarang dengan satgas gabungan TNI/Polri ini sudah berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore, dari Dandim paling tidak butuh waktu 3-4 hari lagi baru bisa tembus," kata dia.

Selain itu, akses Sibolga menuju Padangsidimpuan masih terputus total.

"Akses transportasi di wilayah ini banyak mengalami kerusakan. Jalur nasional Sibolga-Padangsidimpuan serta Sibolga-Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan di ruas Sibolga-Manduamas terputus. Sejumlah jalur kabupaten masih terputus belum dapat diperbaiki karena medan yang berat.

Dia menjelaskan, tujuh wilayah di Mandailing Natal (Madina) masih terisolir akibat jalur lintas provinsi masih tertutup. Desa di wilayah tersebut hanya bisa dijangkau alat berat atau transportasi udara.

Sulitnya Heli BNPB Tembus Desa Terisolasi Sumut

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan kepada warga Desa Sihaporas, Sumatra Utara (Sumut) yang terisolasi akibat bencana banjir. Bantuan dikirimkan melalui helikopter.

"Ini bukan penerbangan rutin, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang menjadi taruhan sebuah janji yang harus ditepati kepada warga Desa Sihaporas, salah satu kawasan di Sumatra Utara yang terisolasi akibat bencana hidrometeorologi," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).

Abdul menceritakan perjalanan helikopter itu tidak mudah. Salah satunya karena faktor cuaca yang membuat pilot diuji skil menerbangkan helikopternya.

Abdul menceritakan perjalanan helikopter itu tidak mudah. Salah satunya karena faktor cuaca yang membuat pilot diuji skil menerbangkan helikopternya.


Polri Siapkan Wifi di Lokasi Banjir

Polri melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) memasang delapan perangkat akses internet di titik banjir wilayah utara Sumatera. Kini warga sudah mulai berkomunikasi dengan keluarga melalui sambungan internet.

Mabes Polri mengirimkan total 8 perangkat WiFi ke wilayah terdampak bencana, yaitu 2 unit di Aceh, 4 unit di Sumatera Utara, dan 2 unit di Sumatera Barat. Salah satu unit di Aceh telah dioperasikan oleh Tim Bid TIK Polda Aceh yang dipimpin Ipda Edi Amran bersama dua personel lainnya.

Berdasarkan video yang diterima, sejumlah warga tampak menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga. Diketahui bahwa hampir empat hari warga di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen Aceh, terputus akses internet.

"Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang," ujar Ipda Edi Amran dari lokasi bencana, Minggu (30/11/2025).

Pengungsi tampak antusias menggunakan layanan akses internet gratis itu. Salah satu warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyampaikan rasa syukur usai berkomunikasi dengan keluarga.

Halaman 3 dari 3
(yld/yld)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads