Kemenbud Serahkan Bantuan Alat Musik ke Institut Musik Jalanan Yogyakarta

Kemenbud Serahkan Bantuan Alat Musik ke Institut Musik Jalanan Yogyakarta

Hana Nushratu - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 19:32 WIB
Kemenbud
Foto: ok. Kemenbud
Jakarta -

Kementerian Kebudayaan RI (Kemenbud) menyerahkan bantuan alat musik kepada Institut Musik Jalanan (IMJ) Yogyakarta sebagai dukungan nyata terhadap penguatan ekosistem seni berbasis komunitas.

Bantuan diserahkan langsung oleh Menbud Fadli Zon dalam sebuah aktivasi yang melibatkan musisi jalanan, komunitas seni, dan pemerintah daerah. Ini juga merupakan bagian dari program Bantuan Presiden RI untuk alat musik.

"Musisi jalanan adalah bagian dari denyut kreativitas kota dan telah menjadi identitas Malioboro selama bertahun-tahun. Melalui dukungan alat musik dan fasilitas ini, kami ingin memberi ruang, kesempatan, dan afirmasi agar para musisi dapat terus berkembang dan menunjukkan bakat terbaik mereka," ujar Fadli, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Paket bantuan yang diberikan meliputi berbagai perangkat penunjang kegiatan musik mulai dari gitar akustik elektrik, bass lima senar, drum elektrik, speaker aktif, mixer audio, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya seperti stand mikrofon dan stand speaker.

Seluruh peralatan ini diproyeksikan untuk meningkatkan kapasitas latihan, workshop, dan produksi karya para anggota IMJ.

ADVERTISEMENT

Penyerahan bantuan ini sejalan dengan sejumlah rekomendasi Konferensi Musik Indonesia (KMI), termasuk kebutuhan penguatan pendidikan musik berbasis komunitas, pemanfaatan fasilitas yang ada sebagai lokasi seni, serta upaya mengatasi minimnya akses alat musik sebagai hambatan utama perkembangan talenta.

KMI juga menyoroti pentingnya membuka ruang pembelajaran musik non-formal sebagai bagian dari ekosistem yang lebih inklusif sebuah prinsip yang dihidupkan melalui keberadaan IMJ.

Lebih jauh, langkah ini turut mendukung agenda Kementerian Kebudayaan dalam memperbaiki rantai pembelajaran musik di Indonesia, mulai dari apresiasi tradisi lokal, kurikulum yang lebih relevan, hingga penciptaan ruang bagi musisi independen.

KMI sebelumnya menekankan rendahnya pemerataan akses pendidikan musik, lemahnya apresiasi musik lokal sejak pendidikan dasar, serta perlunya keterlibatan maestro dan praktisi dalam proses pembelajaran. Komitmen tersebut mulai diimplementasikan secara bertahap melalui dukungan peralatan, program pelatihan, dan penguatan komunitas seperti IMJ.

"Ini bukan sekadar bantuan alat, ini membuka jalan baru bagi teman-teman musisi untuk belajar, berkarya, dan memperluas masa depan mereka. Komunitas seperti kami hidup dari kesempatan, dan pemerintah hari ini memberi kami ruang lebih besar untuk itu," ungkap Koordinator IMJ.

Penyerahan bantuan ini juga memiliki dampak ekonomi tidak langsung, sejalan dengan diskusi KMI mengenai kontribusi musik terhadap ekonomi kreatif, termasuk pergerakan industri alat musik dan kerajinan lokal melalui kegiatan komunitas dan festival musik.

Dengan langkah ini, Kemenbud menegaskan penguatan ekosistem musik nasional bukan hanya berada di ruang-ruang formal, tetapi juga di jalanan, sekolah rakyat, dan komunitas tempat musik tumbuh.

Perwakilan IMJ Yogyakarta menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Menurutnya, dukungan ini menjadi momentum penting yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas penampilan para musisi jalanan, sehingga mereka dapat tampil lebih baik lagi.

Kemenbud menegaskan dukungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses bagi talenta kreatif di tingkat komunitas, sekaligus memastikan ruang-ruang alternatif seperti IMJ tetap menjadi wadah aman dan inklusif bagi generasi muda yang ingin berkarya.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan IMJ juga turut didampingi oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra.

(prf/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads