Sang Kelana Disambut Busur Panah
Kamis, 30 Agu 2007 10:54 WIB
Merauke - Berkelana ke daerah pelosok. Menempuh perjalanan udara 10 jam dari Jakarta. Begitu tiba, sang kelana yang belum sempat mandi disambut busur panah. Disambut sedemikian rupa, sang kelana bukannya takut, malah tersenyum sumringah.Jangan heran, sebab busur panah itu bagian dari atribut tarian isfet untuk menyambut Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edi, sang kelana, saat tiba di Bandara Mopah, Merauke, Papua. Lukman dan istri beserta rombongan tiba pukul 09.45 WIT, Kamis (30/8/2007) setelah mengangkasa dari Jakarta pada Rabu 29 Agustus pukul 21.45 WIB.Lukman disambut Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze, dikalungi rangkaian bunga, lagu daerah diiringi gitar, dan itu tadi, 2 pria dengan busur dan anak panah, serta 10 wanita menari isfet dengan kostum papua.Penyambutan usai, sarapan dimulai dengan menu sederhana yakni lontong, telur rebus, soto ayam. Setelah itu, tanpa mandi dulu, Lukman dan rombongan tancap gas berkelana ke Distrik Tanah Miring menemui petani, lalu ke Distrik Sota menemui masyarakat dan siswa SMK Sota.
(sss/asy)











































