Disparbud Jabar Siapkan 7 Desa Wisata Berbasis Agrikultural di #7elajahlembur

Disparbud Jabar Siapkan 7 Desa Wisata Berbasis Agrikultural di #7elajahlembur

Hana Nushratu Uzma - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 19:02 WIB
Disparbud Jabar
Foto: Dok. Disparbud Jabar
Jakarta -

Kabupaten Subang menyiapkan tujuh desa wisata berbasis agrikultural melalui program #7elajahlembur. Langkah ini diperkuat dengan Keputusan Bupati Subang Nomor 500.13.1/Kep.400-Disparpora/2025 mengenai Penetapan Desa Wisata di Kabupaten Subang.

Produk hukum tersebut tercatat dalam JDIH Jawa Barat dan JDIH Kabupaten Subang sebagai dasar arah pengembangan pariwisata berbasis desa.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang mengonfirmasi ada tujuh desa yang siap dikembangkan menjadi desa wisata agrikultural. Tujuh desa ini tersebar di Kecamatan Dawuan dan Kecamatan Sagalaherang, dengan karakter alam, budaya, dan potensi pertanian yang berbeda-beda, tetapi saling melengkapi dalam satu klaster wisata, berikut daftarnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan

Desa pertama yang diproyeksikan menjadi desa agrowisata adalah Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan. Desa ini dikenal memiliki kekuatan pada wisata berbasis budaya Sunda yang hidup di tengah lanskap pertanian.

ADVERTISEMENT

Salah satu titik utamanya ialah kawasan Lembur Pakuan, tempat wisatawan dapat merasakan pengalaman berkeliling kampung, bersepeda, tinggal di homestay bernuansa sawah, hingga mengikuti aktivitas panen raya dan eksplorasi lumbung padi interaktif.

2. Desa Situsari, Kecamatan Dawuan

Disparbud Jabar Foto: Dok. Disparbud Jabar

Desa ini menawarkan suasana kampung adat dengan deretan rumah bambu di area hijau. Desa ini memiliki potensi wisata alam dan sejarah, antara lain Situ Cikadongdong sebagai titik rekreasi perairan, serta Situs Megalitikum Gurudug yang menyimpan jejak budaya masa lampau dan menjadi daya tarik wisata edukasi.

3. Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan

Pemkab Subang juga menyiapkan Desa Rawalele, Kecamatan Dawuan sebagai bagian dari klaster agrowisata. Desa ini memiliki lahan kebun karet yang luas dan dinilai potensial untuk wisata berbasis perkebunan. Potensi yang sudah dikenal masyarakat antara lain Bumi Perkemahan Cijuhung serta Pemancingan Saung Nyumput Citugu.

4. Desa Margasari, Kecamatan Dawuan

Disparbud Jabar Foto: Dok. Disparbud Jabar

Wilayah ini memiliki bentang pertanian yang dominan dan menyimpan potensi wisata sejarah-budaya di tengah lanskap agraris. Margasari memiliki Situs Budaya Patenggeng dan Taman Agro Cisampih, serta beberapa potensi pendukung seperti ritual Ruatan Bumi, makam Eyang Bahu Reksa, hingga aktivitas budidaya ikan nila dan lele. Desa ini diarahkan menjadi desa wisata dengan narasi jejak sejarah dan kesuburan alam.

5. Desa Cisampih, Kecamatan Dawuan

Desa ini membawa daya tarik wisata alam hijau dengan titik unggulan Situ Peron dikenal dengan nama Situ Love. Desa ini juga sudah dikenal lewat Cinangling Bike Park, camping ground, serta keberadaan PLTA Cinangling. Dengan kombinasi kebun, sawah, dan fasilitas pendukung tersebut, Cisampih diarahkan menjadi agrowisata kebun-sawah terintegrasi.

6. Desa Jambelaer, Kecamatan Dawuan

Desa Jambelaer, Kecamatan Dawuan yang berjarak sekitar 15,5 km dari pusat kota Subang. Desa ini memiliki potensi buah-buahan dan UMKM olahan hasil pertanian seperti pisang.

Selain itu, desa ini punya aliran sungai yang deras sebagai daya dukung wisata alam. Pengembangan Jambelaer dirancang lewat konsep 'Taman Buah Lembur' untuk memperkuat wisata berbasis kebun produktif dan ekonomi warga.

7. Desa Curugagung, Kecamatan Sagalaherang

Desa Curugagung masuk dalam daftar desa agrowisata dengan karakter wisata kebun, hutan, dan alam. Beberapa titik yang jadi magnet wisata di Curugagung meliputi Agrowisata Durian, Pemandian Air Panas Batu Kapur, serta Curug Cina. Dengan tambahan area persawahan, Curugagung diharapkan menjadi destinasi yang memadukan wisata buah, alam, dan air terjun dalam satu jalur.

Program #7elajahlembur ini ditujukan untuk memperkuat ekonomi desa lewat pariwisata berbasis potensi lokal, terutama pertanian, kebun, dan lanskap alam. Pemkab Subang menilai pendekatan agrowisata dapat membuka peluang baru bagi masyarakat, mulai dari homestay, kuliner lokal, edukasi pertanian, hingga penjualan produk UMKM.

Dengan adanya penguatan regulasi dari provinsi dan kabupaten, Pemkab Subang memastikan pengembangan tujuh desa wisata agrikultural ini akan berjalan bertahap, menyesuaikan kesiapan desa dan dukungan infrastruktur. Selain memperluas destinasi wisata di Subang, program ini juga ditargetkan menjadi model pengembangan desa yang berkelanjutan, berbasis partisipasi warga, serta menjaga nilai budaya dan lingkungan setempat.

(akn/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads