Tapanuli Tengah dan Sibolga Masih Terisolasi, Tim Gabungan Fokus Buka Jalur

Duka dari Utara Sumatera

Tapanuli Tengah dan Sibolga Masih Terisolasi, Tim Gabungan Fokus Buka Jalur

Indra Komara - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 16:57 WIB
Foto udara dampak banjir bandang yang melanda pemukiman penduduk di Jalan Murai, Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025). Berdasarkan data dari Polda Sumatera Utara jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sibolga hingga Minggu (30/11) pukul 09:00 WIB sebanyak 32 jiwa dan 65 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian. ANTARA FOTO/Muhammad Irsal
Dampak banjir bandang yang melanda pemukiman penduduk di Jalan Murai, Sibolga, Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Muhammad Irsal)
Jakarta -

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan dua wilayah di Sumut jadi perhatian serius pasca bencana banjir dan longsor. Dua wilayah yang masih terisolasi adalah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

"Sekarang yang masih perlu mendapat perhatian serius adalah dua daerah, pertama Tapanuli Tengah, Kedua Sibolga, Kenapa? Karena terisolir, Tapanuli Tengah ini hanya bisa dicapai lewat udara, di mana Tapanuli Tengah itu ada kota Sibolga," ujar Suharyanto dalam Rakor Penanganan Darurat Bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025).

Dia menyampaikan, wilayah Sibolga hanya bisa dicapai lewat jalur darat. Sementara perjalanan dari Tapanuli Tengah ke Sibolga hanya bisa lewat jalur laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suharyanto mengatakan data korban meninggal di Sumut saat ini sebanyak 172 orang, kemudian 174 masih hilang.

"Upaya yang kami lakukan adalah berusaha membuka jalur-jalur transportasi, ini yang belum tembus dari Tapanuli ke Sibolga ini belum bisa tembus," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Suharyanto menuturkan kondisi longsoran sangat panjang. Menurut dia, jalan tertutup longsor kurang lebih sepanjang 50 kilometer.

"Dengan satgas gabungan TNI Polri sudah berusaha membuka, menurut penjelasan kemarin sore, paling tidak butuh waktu 3-4 hari lagi baru bisa tembus," ucapnya.

(idn/knv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads