TNI AL Kerahkan 3 KRI dan 5 Helikopter Bantu Korban Bencana di Aceh-Sumut

TNI AL Kerahkan 3 KRI dan 5 Helikopter Bantu Korban Bencana di Aceh-Sumut

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 13:08 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (kedua dari kanan). (Brigitta/detikcom)
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali (kedua dari kanan). (Brigitta/detikcom)
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengerahkan tiga kapal perang (KRI) dan lima helikopter untuk membantu penanganan bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh hingga Sumut. Bantuan logistik, alat berat, hingga tenaga kesehatan juga disiapkan.

"Pada pagi hari ini serentak kita akan mengirim dari Jakarta tiga KRI ya, yaitu KRI dr Soeharso, KRI Semarang, dan KRI Teluk Gilimanuk. Nanti mereka split, ada yang ke Lhokseumawe, kemudian Nias, Sibolga, hingga Langsa," kata Ali di Kolinlamil TNI AL, Jakarta Utara, Minggu (30/11/2025).

Selain itu, dua KRI lainnya bergerak dari wilayah berbeda yaitu KRI dr Radjiman berangkat dari Surabaya menuju Sibolga, sementara KRI Sutedi Senoputra dari Belawan langsung menuju Aceh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, untuk menjangkau wilayah terisolasi yang tidak dapat ditembus jalur darat, TNI AL turut mengerahkan lima helikopter, termasuk Heli Panther, dan kemungkinan akan diperkuat Heli Bell. Helikopter-helikopter ini bertugas mendistribusikan logistik serta mengevakuasi warga yang berada di lokasi sulit dijangkau.

"Helikopter ini akan membantu terutama men-drop bahan logistik ke daerah-daerah yang terputus dan terisolasi akibat bencana," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia menyebutkan sejumlah titik mengalami kerusakan parah, khususnya Aceh, Sibolga, dan Nias yang akses daratnya terputus total.

"Di Nias ini terputus sehingga logistik tidak bisa sampai. Ini tugasnya KRI nanti," lanjutnya.

Koordinasi dengan Komdigi Perkuat Sinyal

Selain itu, Ali memastikan akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memperkuat jaringan sinyal komunikasi di wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera. Langkah ini diambil setelah banyak warga dan keluarga korban kesulitan berkomunikasi karena jaringan telekomunikasi lumpuh akibat kerusakan infrastruktur.

"Mungkin kita juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Komdigi (Komunikasi dan Digital) untuk mempermudah sinyal, terutama untuk bisa dihidupkan kembali di wilayah-wilayah yang terdampak bencana," tuturnya.

Tonton juga Video: 4 Pesawat Bantuan Makanan hingga Obat Diterbangkan ke Aceh, Sumut dan Sumbar

(bel/idn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads