Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kondisi terkini wilayah Sibolga, Sumatera Utara, seusai bencana banjir dan longsor. Saat ini akses Sibolga menuju Padangsidimpuan terputus total.
"Akses transportasi di wilayah ini banyak mengalami kerusakan. Jalur nasional Sibolga-Padangsidimpuan serta Sibolga-Tarutung mengalami putus total dan tertutup longsor di banyak titik," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan di ruas Sibolga-Manduamas terputus. Sejumlah jalur kabupaten masih terputus belum dapat diperbaiki karena medan yang berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa jembatan termasuk Jembatan Pandan dan jembatan pada ruas Sibolga-Manduamas, juga terputus. Sejumlah jalur kabupaten turut terputus dan belum dapat diperbaiki karena medan yang berat," jelasnya.
Dia menjelaskan, tujuh wilayah di Mandailing Natal (Madina) masih terisolir akibat jalur lintas provinsi masih tertutup. Desa di wilayah tersebut hanya bisa dijangkau alat berat atau transportasi udara.
"Di Mandailing Natal, tujuh wilayah terisolir akibat tertutupnya jalur lintas provinsi. Sementara beberapa desa hanya bisa dijangkau menggunakan alat berat atau transportasi udara," tambahnya.
166 Jiwa Meninggal Dunia di Sumatera Utara
Pada hari ketiga, setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Utara, tercatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.
"Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang," jelasnya.
Sementara itu, ribuan warga mengungsi di berbagai titik akibat kondisi permukiman yang rusak dan akses yang terputus. Jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa di Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga, serta ratusan hingga ribuan keluarga di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan.
Untuk mempercepat penanganan, BNPB dan kementerian atau lembaga telah mengerahkan berbagai alutsista. Termasuk lima helikopter perbantuan yang ditempatkan di Bandara Silangit untuk distribusi logistik ke Tapanuli Tengah dan wilayah lain yang terisolasi.
"Seperti Sibolga sampai hari ketiga penanganan darurat belum bisa kita tembus lewat udara, tapi sudah bisa kita capai melalui udara untuk pendistribusian logistik," kata Suharyanto.
Tonton juga Video: Aksi Penjarahan Gudang Bulog di Sibolga Usai Jalur Logistik Lumpuh











































