Rano Kaget Jakarta Kota Terpadat Dunia Versi PBB: Mungkin Dihitung Aglomerasi

Rano Kaget Jakarta Kota Terpadat Dunia Versi PBB: Mungkin Dihitung Aglomerasi

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 10:14 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (Brigitta/detikcom)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Brigitta/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menanggapi laporan PBB yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota terpadat di dunia, menggeser Tokyo. Rano mengaku heran dengan angka populasi yang disebut mencapai 41 juta jiwa dalam laporan tersebut.

Menurut dia, data tersebut ada kemungkinan dihitung berdasarkan wilayah aglomerasi Jabodetabek, bukan hanya Jakarta secara administratif.

"Ya emang itu jujur kita juga agak confuse ya. Mungkin Jakarta dihitung menjadi bagian dari kota aglomerasi. Karena dihitung ini kan Depok, Bekasi, kemudian Bogor. Tiba-tiba populasi Jakarta sampai 41 juta kan? Wow, kita juga terkejut," kata Rano di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rano menegaskan bahwa data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan populasi Jakarta hanya sekitar 11 juta jiwa. Karena itu, ia menyebutkan angka versi PBB perlu dilihat dari metodologi dan cakupan wilayahnya.

"Data BPS kita kan Jakarta itu 11 juta. Tapi itu mengindikasikan bahwa Jakarta menjadi ujung tombak dari pembangunan kependudukan di wilayah Jabodetabek ini," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Saat ditanya bagaimana strategi Pemprov DKI merespons kepadatan yang berdampak pada kemacetan dan beban layanan publik, Rano menilai persoalan ini tak bisa ditangani Jakarta sendirian. Perlu ada kolaborasi di antara daerah penyangga untuk mengatasi hal tersebut.

"Ya tentu ini harus kesadaran dari semua teman-teman di daerah, enggak mungkin Jakarta bisa sendiri," imbuhnya.

Diketahui, dikutip dari ABC, Selasa (25/11), Divisi Kependudukan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB menempatkan Jakarta pada peringkat pertama kota terpadat di dunia dan diikuti oleh Dhaka. Ibu kota Bangladesh itu dihuni hampir 40 juta penduduk.

Tokyo turun ke peringkat ketiga dengan 33 juta penduduk setelah bertahun-tahun menduduki peringkat pertama. Pertumbuhan penduduk Tokyo yang stagnan dan belakangan harus menghadapi krisis populasi membuat posisinya melorot.

Tonton juga Video: 5 Kota Asia Terbaik di 2026, Ada Jakarta?

(bel/idn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads