Berkaca Kasus Tumbler, KAI Tegaskan Barang Bawaan Tanggung Jawab Penumpang

Berkaca Kasus Tumbler, KAI Tegaskan Barang Bawaan Tanggung Jawab Penumpang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 07:11 WIB
Wacana pengoperasian KRL selama 24 jam mulai mencuri perhatian publik, terutama warga yang kerap pulang larut malam. Banyak penumpang menilai layanan nonstop dapat menjadi solusi atas sulitnya mencari transportasi setelah jadwal kereta berakhir.
Foto: Potret penumpang KRL (Mohammad Farrel/detik)
Jakarta -

Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menyampaikan barang bawaan yang dibawa pengguna KRL merupakan tanggung jawab penumpang. Anne memastikan sistem lost and found bagi penumpang yang tertinggal barang bawaan memiliki sistem ketat.

"Selama ini lost and found kami memiliki sistem yang ketat. Kami ingatkan ya. Barang bawaan bukan tanggung jawab KAI tetapi tanggung jawab penumpang," kata Ane saat dihubungi, Minggu (29/11/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anne mengimbau penumpang untuk menjaga barang bawaannya dengan baik usai polemik 'tumbler Anita' yang sempat heboh di media sosial. Menurutnya KRL dan stasiun merupakan ruang publik yang memerlukan pengawasan bersama.

"Kereta dan Stasiun ini area publik perlu pengawasan bersama. Lost and found kami inisiatif untuk barang-barang yang kami temukan yang ditinggal tanpa sengaja. Jagalah barang bawaan masing-masing dengan baik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Proses Penanganan Barang Tertinggal

Anne menyampaikan setiap barang yang ditemukan petugas di kereta maupun stasiun akan segera diumumkan melalui pengeras suara. Apabila tidak ada pelanggan yang mengambil, barang tersebut disimpan di pos pengamanan stasiun dan dicatat dalam sistem Lost and Found.

Pendokumentasian dilakukan secara teliti untuk memastikan proses penyerahan kembali berjalan aman dan tepat sasaran.

"Kami mengutamakan akurasi data dan keamanan barang. Setiap item yang ditemukan akan diperiksa, didata, dan disimpan sesuai prosedur. Pelanggan juga diminta menjaga kerahasiaan data pribadi agar tidak disalahgunakan pihak lain," ucap Anne.

Dia juga memberikan langkah-langkah pelaporan barang hilang atau tertinggal. Berikut langkahnya:

1. Laporkan segera di kereta.
2. Jika masih dalam perjalanan, pelanggan dapat melapor kepada kondektur, petugas keamanan, atau petugas customer service on train.
3. Datangi layanan Lost and Found di stasiun kedatangan.
4. Petugas akan membantu melakukan pencarian dan pengecekan data.
5. Sampaikan detail barang dan data perjalanan. Termasuk ciri-ciri barang, kode booking tiket, serta lokasi terakhir barang terlihat.
6. Jaga kerahasiaan data pribadi. Hindari memberikan kode booking atau detail barang kepada pihak yang tidak berwenang.
7. Lakukan verifikasi dan pencocokan data.
8. Jika barang ditemukan, pelanggan harus memastikan barang tersebut benar miliknya.
9. Ambil barang sesuai prosedur resmi.
10. Petugas akan menyerahkan barang setelah pendataan dan pendokumentasian selesai.
11. Hubungi Contact Center KAI 121.
12. Pelanggan yang tidak dapat melapor langsung dapat menghubungi 121 atau WhatsApp 08111-2111-21.

Anne mengungkap, ada ribuan laporan barang tertinggal setiap tahun. Dia menuturkan kedisiplinan pelanggan dalam menjaga barang bawaannya sangat membantu efektivitas layanan Lost and Found.

"KAI terus meningkatkan kualitas layanan, namun kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa kembali seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun," imbuhnya.

Simak juga Video Kata Argi Pegawai KAI Usai Dimediasi dengan Anita soal Tumbler Hilang

(dek/dek)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads