Ada yang Demo Jasa Marga? Saya Ikut, Kumpul di Mana?
Kamis, 30 Agu 2007 07:29 WIB
Jakarta - "Ada yang mau demo Jasa Marga tidak? Saya ikut, kumpulnya di mana?"Itu adalah bunyi SMS seorang pendengar Radio Suara Metro, radio siaran milik Polda Metro Jaya. SMS itu dibacakan sang penyiar pukul 07.20 WIB, Kamis (30/8/2007). Tentu saja sang penyiar menanggapi dengan tertawa kecil karena hingga kini belum ada informasi akan ada demonstrasi ke Jasa Marga."Mendingan kita kirim petisi ke wakil rakyat," kata pendengar lainnya lewat SMS.Sedangkan SMS pendengar lain berkomentar,"Menurut saya, mendemo Jasa Marga itu tidak perlu! Kita jangan pakai JORR saja."SMS-SMS itu adalah bentuk kekecewaan para pelanggan tol JORR yang kini harus merogoh kocek lebih dalam saking mahalnya ongkos tol tersebut.Tarif tol tersebut dinilai tidak adil, karena jarak dekat dan jauh dipukul rata Rp 6.000. Padahal mayoritas pengguna tol JORR hanyalah pengguna jarak dekat. Warga BSD misalnya, setelah sebagian ruas tol yang biasa mereka lewati ditetapkan sebagai bagian dari JORR, sekali jalan harus menggelontorkan duit Rp 10.500. Padahal sebelum tarif flat JORR diberlakukan, mereka total jenderal hanya keluar Rp 4.500. Alhasil, mereka merasa dirampok.Ada juga yang biasanya mengeluarkan ongkos Rp 2.000, kini harus keluar Rp 6.000, ada yang anggaran bulanan tol biasanya Rp 66 ribu, kini Rp 308 ribu, bahkan ada yang tembus setengah juta rupiah! Ongkos gres ini memicu keruwetan lalu lintas pada Rabu kemarin karena pengguna tol sibuk memprotes tingginya tarif yang ditagihkan oleh petugas tol. Petugas di loket jelas hanya bisa berujar pasrah,"Kami hanya menjalankan tugas."Harga baru tol JORR ini diumumkan ketika peresmian tol Jatiasih-Cikunir pada 28 Agustus 2007 sore hari. Artinya, sangat mendadak, tanpa ada sosialisasi berhari-hari lebih dulu. Kalangan DPR mengecam pemberlakuan tarif baru tersebut yang tidak diawali dengan sosialisasi memadai sehingga membuat pengguna tol jantungan.
(nrl/gah)











































