Dirut PLN Pastikan Langsung Penanganan Kelistrikan Pascabencana di Aceh

Dirut PLN Pastikan Langsung Penanganan Kelistrikan Pascabencana di Aceh

Rahmat Khairurizqi - detikNews
Sabtu, 29 Nov 2025 22:22 WIB
PLN
Foto: Dok. PLN
Jakarta -

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo memastikan langsung penanganan kelistrikan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh.

Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda, Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Sultan Iskandar Muda, dan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Darmawan melepas keberangkatan personel tanggap darurat dan material perbaikan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) ke lokasi-lokasi terdampak.

Dalam Apel Siaga Team Recovery Bencana Aceh di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, Sabtu (29/11), Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan, kondisi di Aceh pasca dilanda banjir dan longsor mengalami kerusakan berat. Berdasarkan catatan terakhir, sebanyak 18 dari 23 kabupaten/kota di Aceh rusak parah. Penduduk di kabupaten/kota tersebut masih terisolir imbas akses komunikasi yang terputus dan padamnya listrik karena sejumlah tower milik PLN roboh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak korban, termasuk beberapa kampung dan tempat yang hilang. Sampai sekarang belum tahu statusnya bagaimana. Insyaallah, ini ada bantuan dari pada PLN Aceh dan pusat. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan tersalur ya listrik-listrik yang terputus," kata Muzakir dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

ADVERTISEMENT

Muzakir menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah PLN dan para 'stakeholder' yang bergerak cepat untuk mengirimkan bantuan dan dukungan teknis ke Aceh.

"Dengan ada bantuan seperti ini, rasa terima kasih kepada Pimpinan PLN yang sudah membantu Aceh. Jadi mudah-mudahan amanah kita semua dibalas oleh Allah SWT. Amin," ucapnya.

Sementara itu, Darmawan menyampaikan akibat bencana longsor dan banjir yang terjadi, total 12 tower SUTT roboh dan menyebabkan gangguan suplai listrik di wilayah Aceh. Saat ini pihaknya telah menerjunkan sekitar 500 petugas gabungan dari unit PLN seantero Indonesia guna mempercepat pembangunan tower transmisi darurat di Aceh.

"Sejak hari pertama bencana, PLN sudah menetapkan status siaga penuh dan pagi ini kami melepas tim tanggap darurat ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana. Kami juga turun langsung mengecek kesiapan personel dan material yang akan digunakan untuk membangun tower transmisi darurat," ucap Darmawan.

Darmawan mengatakan mobilisasi material PLN dilakukan 'nonstop'. Dengan dukungan Pemprov Aceh, TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, seluruh pendistribusian, termasuk personel, material tower, dan bantuan dapat dikirim melalui jalur darat maupun diterbangkan ke lokasi-lokasi terisolasi menggunakan helikopter dan pesawat.

"Kami kerahkan material set tower dari Jawa dengan pesawat Hercules TNI. Kami juga datangkan para ahli dan tim gabungan. Semuanya bergerak, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, tim 'rescue', TNI, dan Polri. Termasuk untuk pendistribusian genset, sembako, lampu darurat, dan lain-lain," tuturnya.

Lebih lanjut, Darmawan menegaskan PLN akan mengoptimalkan segala sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh, sehingga suplai listrik dapat segera kembali stabil untuk masyarakat.

"Kami terus bekerja keras agar masyarakat yang terdampak dapat segera beraktivitas dan listrik kembali pulih. Ratusan petugas di lapangan 'all out' 24 jam 'nonstop' untuk menyelesaikan misi kemanusiaan ini," ungkap Darmawan.

Selain mempercepat pemulihan kelistrikan, PLN juga menyiagakan genset di titik-titik obyek vital, seperti rumah sakit, puskesmas, bandara, dan kantor pemerintahan, agar masyarakat Aceh tetap bisa terlayani. Selain itu, bantuan berupa lampu darurat juga telah disalurkan ke rumah ibadah dan lokasi pengungsian untuk memastikan aktivitas malam hari tetap berjalan.

"Kami membangun 'island operation' Nagan Raya dengan beban sampai 100 Megawatt (MW) dan 'island operation' Arun dengan beban 16 MW. Dengan cara ini, sebagian wilayah Aceh terutama fasilitas layanan publik masih bisa mendapat pasokan listrik," ucapnya.

PLN juga memberikan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako untuk masyarakat terdampak yang secara simbolis diserahkan kepada Muzakir. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan berlangsung.

"Kita upayakan yang terbaik. Semoga perjuangan ini dimudahkan, semua masyarakat dikuatkan, dan bencana ini bisa kita tangani dengan baik. Semuanya segera pulih kembali seperti sedia kala," tutup Darmawan.

(akn/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads