Mau Sekolah Gratis Sampai Sarjana?

Mau Sekolah Gratis Sampai Sarjana?

- detikNews
Kamis, 30 Agu 2007 02:46 WIB
Mataram - Bila di Jakarta sekolah gratis baru sampai SMP, pemerintah Sumbawa Barat telah membebaskan SPP hingga S1. Tahun 2008, masyarakat setempat yang ingin melanjutkan studi ke S2 dan S3 akan dibiayai oleh pemda."Di Cordova (universitas di Sumbawa Barat), ada tukang batu dan tukang ojek yang sekarang sudah menjadi mahasiswa," ujar Bupati Sumbawa Barat Zulkifli Muhadli saat peresmian 'regional manajemen' oleh Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edi di halaman kantor Bupati, Minggu 26 Agustus 2007 lalu. Tidak hanya bagi mahasiswa 'pribumi' saja. Untuk mahasiswa dari luar daerah yang kuliah di Sumbawa Barat, pemda juga memberikan subsidi. Tak tanggung-tanggung, 50 persen biaya kuliah mereka dibebankan ke keuangan pemda.Zulkifli melanjutkan, berkat kebijakan di bidang pendidikan itu, angka putus sekolah di wilayahnya menyusut. Buta aksara lenyap dan wajib belajar 9 tahun sudah tercanang.Tamatan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi mencapai 60 persen. Saat Ujian Nasianal (UAN) beberapa waktu lalu, tingkat kelulusan di Sumbawa Barat menempati ranking tertinggi di NTB."Kami menganalisa, ketertinggalan kami adalah dalam hal indeks pembangunan manusia. (Dengan pendidikan) kami sangat ambisius untuk menjadi kabupaten pertama dari 199 kabupaten yang keluar dari kategori tertinggal," ujarnya.Kebijakan Zulkifli pantas diacungi jempol. Dari 7 kabupaten di NTB yang masuk kategori tertinggal, hanya Sumbawa Barat yang berani membuat terobosan seperti itu.Belum lagi di bidang kesehatan. Masyarakat digratiskan berobat, dari yang cuma rawat jalan hingga operasi berat. Semuanya ditanggung pemerintah hingga si sakit sembuh.Singkat kata, sejak memisahkan diri dari kabupaten Sumbawa pada tahun 2003 lalu, Sumbawa Barat memang tengah berkembang. Pertanyaannya, apa yang membuatnya mampu seperti itu? Sebagai daerah tertinggal, bukankah kabupaten itu tergolong miskin?Resepnya ternyata adalah kelihaian pemda untuk 'berteman' dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Sumbawa Barat. Salah satunya dengan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).Perusahaan yang bergerak di sektor penambangan emas itu telah beroperasi secara resmi sejak tahun 2000. NNT adalah perusahaan pertambangan kelas dunia yang mempunyai cabang di Australia, Peru dan Indonesia. Di negeri ini, selain di Sumbawa Barat, Newmont juga menambang emas di Minahasa, Maluku Utara.Sebagian besar pendapatan Sumbawa Barat diperoleh dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah itu. Pendapatan dari sektor pertanian terlalu cekak untuk menutupi anggaran daerah.PT NNT misalnya, menyetor ke kas daerah sebesar 62 milyar setahun. Mereka juga ikut membantu pembangunan sebagian besar infrastruktur. Belakangan, pemda Sumbawa Barat ingin memiliki 3 persen saham yang ada di NNT. "Kami menahan agar uang tidak keluar dan berputar di Sumbawa Barat. Kami akan segera memindahkan emas itu ke otak generasi Sumbawa Barat," imbuhnya.NNT adalah penguasa emas di daerah itu. "Pertambangan emas tradisonal tidak ada. Yang tradisional itu misalnya penambangan kapur dan sebagainya. Emas langsung (ditambang) oleh Newmont" ujar seorang pegawai Bappeda Sumbawa Barat, Lasti, saat menjemput detikcom dan 2 orang wartawan lainnya di Pelabuhan Poto Tano menuju ibukota kabupaten di Taliwang.Keberadaan NNT mampu mengurangi jumlah pengangguran yang semula cukup besar di Sumbawa Barat. Namun, paling banter masyarakat Sumbawa Barat ternyata hanya bekerja sebagai operator atau karyawan biasa.Maski demikian, kehidupan mereka tampak menonjol dibanding masyarakat lain yang tidak bekerja di NNT. "Rumah yang bagus-bagus ini milik karyawan NNT. Sedangkan rumah panggung yang hanya terbuat dari kayu adalah rumah penduduk biasa," ujar Lasti. (irw/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads